sbn-MARTAPURA, Guna memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat, Bapperida Kabupaten Banjar melaksanakan Ekspose Akhir Kajian Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur Tahun 2026 di Aula Bauntung Lantai III, Jumat (4/9/2026).

KEGIATAN ini melibatkan tim peneliti Fakultas Teknik ULM serta dihadiri perangkat daerah, perwakilan kecamatan, dan BPS Kabupaten Banjar.


Kepala Bapperida, Anna Rosida Santi, menjelaskan kajian ini tidak hanya melihat ketersediaan fisik semata, tetapi juga kualitas, aksesibilitas, kesesuaian, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Setiap wilayah memiliki tantangan berbeda, mulai dari pegunungan, perkotaan, hingga rawa gambut. Penanganannya pun tidak bisa sama,”jelasnya.

Tim peneliti dari ULM memaparkan hasil survei yang mencakup 20 kecamatan. Nilai rata-rata indeks kepuasan mencapai 73,21 (Kategori C).

Kesenjangan antarwilayah terlihat jelas: pusat pemerintahan dan kawasan relatif maju memperoleh nilai lebih tinggi, sementara wilayah terpencil dan perbatasan masih tertinggal.

Dalam diskusi, peserta menyampaikan berbagai kendala di lapangan, mulai dari kerusakan jalan, keterbatasan air bersih, hingga jaringan telekomunikasi yang belum merata.

Berbagai masukan dan rekomendasi ini akan dirangkum menjadi bahan pertimbangan utama pemerintah daerah dalam menentukan prioritas anggaran dan pembangunan infrastruktur Kabupaten Banjar tahun-tahun mendatang.***