sbn- BANJAR, Hingga Jumat, Banjir masih merendam Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar. Ketinggian air di dalam rumah warga mencapai 30 hingga 90 sentimeter, dengan total 104 rumah terdampak.
BERDASARKAN data pemerintah desa, jumlah warga terdampak mencapai 303 jiwa dari 104 kepala keluarga (KK). Di antaranya terdapat 1 ibu hamil, 17 balita, 56 anak-anak, 28 lansia, dan 1 penyandang disabilitas.
Sebanyak 23 KK atau 52 jiwa terpaksa mengungsi ke wilayah Martapura dan Banjarbaru.
Kepala Desa Simpang Lima, Widodo, menyampaikan bahwa banjir telah terjadi sejak 28 Desember 2025 dan kondisi air masih terus mengalami kenaikan.
“Debit air sampai hari ini belum surut dan justru masih naik. Warga sangat terdampak karena sudah tidak bisa beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas desa juga terdampak, yaitu 1 masjid, 2 musholla/langgar, gedung PAUD, gedung SD, puskesmas pembantu, kantor desa/gedung serbaguna, dan pasar desa.
Banjir yang berlangsung cukup lama menyebabkan sebagian besar warga kehilangan sumber penghasilan, sehingga kebutuhan bahan pokok menjadi yang paling mendesak.
Untuk sementara, pemerintah desa telah membuka dapur umum dengan dana darurat desa, dan pengadaan bahan makanan dilakukan bersama RT serta Karang Taruna dengan berbelanja ke wilayah Sei Tabuk.
Pemerintah desa berharap mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah serta pihak terkait, terutama untuk memenuhi kebutuhan logistik dan bahan makanan bagi warga terdampak.***
ahim sbn


















