sbn- PAKU ALAM, Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan di banyak wilayah Kabupaten Banjar justru tidak memadamkan harapan petani di Desa Paku Alam, Kecamatan Sungai Tabuk.

BERKAT berfungsi baiknya aliran sungai sebagai drainase alam, petani di desa ini sukses menggelar panen raya padi varietas Siam Dewa.


Saat desa tetangga mulai dilanda tanah retak dan pasokan air menipis, hamparan sawah di Desa Paku Alam tetap hijau hingga masa panen tiba. Petani Raji mengungkapkan hasil panen tahun ini cukup melimpah.

“Alhamdulillah, tahun ini panen cukup melimpah. Setidaknya dalam satu borong lahan sawah bisa menghasilkan 10 belik padi,” jelasnya Raji.

Keberhasilan ini tak lepas dari keunggulan padi Siam Dewa, varietas lokal unggulan yang memiliki akar kuat dan dalam, sehingga lebih tahan terhadap kelangkaan air.

Selain tahan cuaca ekstrem, padi ini juga lebih tahan hama serta menghasilkan nasi pulen beraroma khas yang sangat diminati pasar.

Belum lagi peran aliran sungai yang masih berfungsi dengan baik dan bisa dilalui klotok, menjadi sumber air andalan yang menjaga kelembapan lahan.

Kombinasi kearifan lokal, pengelolaan air yang baik, dan pemilihan varietas tepat membuktikan: kedaulatan pangan tetap terjaga meski di tengah kemarau panjang sekalipun.***