suara banua news – BATOLA, Ditengah pandemi puluhan petani di Desa Sumber Rahayu Kecamatan Wanaraya Kabupaten Batola, mengembangkan komoditas porang dan sayuran guna meningkatkan perekonomian.
PARA PETANI ini memilih lahan pekarangan sebagai media tanam, dengan sistem tumpang sari dengan sayuran. Penanaman tersebut merupakan inovasi yang dilakukan petani sejak tahun 2019 lalu.
![]()
Ketua sekretariat Aliansi Porang Indonesia Kabupaten Batola, Trisno Subroto mengaku menanam sayuran di pekarangan mendapat banyak manfaat.
Selain lahannya gambut, juga pemeliharaanya mudah. Dan umbinya perpohon bisa mencapai berat 5 kilogram. Sehingga menambah nilai jual umbinya.
![]()
![]()
Dengan kondisi ini, membuat para petani percaya diri mengajukan pinjaman
KUR di Bank BNI, jelasnya Trisno Subroto.
Sementara itu wakil pimpinan sentra bisnis SME Bank BNI, Alvin Sebastian Pandi mengatakan, sistem pembayaran melalui lintas musim. Pembayarannya dilakukan setelah panen dengan jumlah pinjaman maksimum Rp. 50 juta.
Adapun penggunaan dana pinjaman itu, meliputi untuk pengolahan lahan, pembelian bibit serta pupuk.
Adanya dana pinjaman KUR tersebut, petani bisa terus mengambang luasan lahan tanam porang. Pihaknya juga membentuk klaster disejumlah kabupaten lainnya di Kalimantan Selatan, imbuhnya.***
iberahim sbn


















