suara banua news – ALUH ALUH, Ketua Tim Penggerak (TP)PKK Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas, mengaku sedih karena tingginya angka stunting di Aluh-Aluh.

PADAHAL ungkapnya, Aluh-Aluh terkenal dengan produksi hasil ikannya, karena wilayahnya berdekatan dengan laut.

” Ulun supan[malu]. Saya ingin anak anak di Kabupaten Banjar sehat semuanya. Tidak ada kasus stunting, termasuk di Aluh -Aluh,”katanya, saat acara mensosialisasikan gemar makan ikan Sabtu pagi,4 Juni 2022 di Aluh Aluh.


Menurutnya, dengan makan daging ikan yang segar, pertumbuhan fisik anak akan semakin bagus.

Dan ini, harus di awali dengan ibunya dan diikuti oleh anak anaknya, pesannya.

Berdasarkan data, di Kabupaten Banjar sebelumnya angka kasus stunting turun dari 20 persen menjadi 17 persen. Ditahun tahun 2022 ini, kasusnya meningkat menjadi 40 persen.

Dalam acara itu, Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, membagikan makanan pendukung, seperti bubur, ikan segar, paket bumbu siap masak dan susu serta telor, guna mencegah kasus stunting.***
muji setiawan sbn