suara banua news – BATOLA, Koperasi Serba Usaha (KSU) Maju Bersama, melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) buku 2022 di Desa Tamban Raya Kecamatan Mekarsari Kabupaten Batola, Sabtu 17 Juni 2023.

SELAIN pengurus dan anggota KSU Maju Bersama, RAT juga dihadiri unsur forkopimcam Tamban dan Mekarsari dan pihak perusahaan perkebunan PT. Tiga Daun Kapuas serta Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Kabupaten Batola.


Dalam RAT tahun buku 2022, ada terdapat beberapa agenda diantaranya, laporan pertanggungjawaban pengurus atas pelaksana tugasnya, pertanggungjawaban pelaksana tugas pengawas dalam satu tahun buku, serta tentang penyampain rencana kerja dan anggaran pendapatan belanja KSU Maju Bersama tahun 2023.

Perkebunan plasma sawit di bawah naungan KSU maju bersama yang bergerak dibidang perkebunan plasma sawit, bermitra dengan perusahaan perkebunan PT Tiga Daun kapuas.

Pengelolaan lahan plasma sejak tahun 2012 di 2 kecamatan di Kabupaten Batola, dari jumlah luasan lahan plasma yang terdapat di Kecamatan Tamban dan Kecamatan Mekarsari, memiliki 2.747 hektar dan jumlah anggota petani plasma kurang lebih sebanyak 1.163 anggota orang petani.

Adapun perkebunan plasma sawit berada 8 desa di 2 wilayah kecamatan yakni Kecamatan Tamban dan Kecamatan Mekarsari, tepatnya di Desa Purwosari Baru dengan luas lahan 86 Hektar, Damsari ada terdapat 205 Hektar, Desa Koanda 563 Hektar, Desa Tamban Raya 1001 Hektar, Desa Tamban Raya Baru 84 Hektar, Desa Sekata Baru 535 Hektar, Karang Mekar 226 Hektar dan di Desa Indah Sari ada terdapat 47 Hektar.

Dari lahan perkebunan sawit yang terdapat di wilayah kecamatan Tamban dan wilayah Kecamatan Mekarsari, 2.747 hektar, pada tahun 2022 menghasilkan Rp 1.612.970.471.

Kemudian hasil untuk perhektarnya anggota petani plasma mendapatkan Rp 563.688 pertahunnya.

Salah satu aggota petani plasma, Husni mengatakan, sudah selama kurang lebih 12 tahun, penghasilan menjadi anggota plasma sawit masih kami nilai sangat minim untuk ke sejahteraan para petani.

“Masih minimnya hasil perkebunan plasma selama pengelolaan perkebunan plasma sawit yang dikelola pihak perusahaan, kami berharap pengelolaan lahan bisa ditingkatkan,” jelasnya.

Ketua KSU Maju Bersama, Sukardiono, mengatakan, faktor minimnya hasil dari pendapatan anggota petani plasma beberapa tahun ini akibat lahan sempat terendam dan terkendala dampak covid, sehingga pengolaan kebun tidak bisa maksimal mengakibatkan produksi kebun mengalami penurunan.

” Untuk meningkatkan hasil produksi perkebunan plasma, kita sudah mengupayakan dengan menekankan pada pihak perusahaan bisa memaksimalkan pengelolaan perkebunan plasma, serta melakukan pengawasan dalam pengelolaan kebun maupun pemanenan di kebun plasma, agar bisa meningkatkan pendapatan anggota petani plasma “, harapnya Sukardiono.

Sementara untuk meningkatkan pendapatan anggota petani plasma, kami akan mengembangkan usaha tanpa modal yaitu dengan pengelolaan SPK mandiri.

Dan kemudian untuk simpanan pokok kami kembangkan dengan pengadaan unit usaha waderda, pengadaan unit transportasi usaha angkutan seperti perahu klotok, truck dump, mobil pick up dan pembangun pom mini khusus solar.

” Dari beberapa program rencana kerja pengurus tahun 2023 dari tersebut, ada setelah beberapa bulan ini saya buat, setelah dipilih anggota menjadi ketua koperasi serba usaha (KSU ) maju bersama dan tidak mempengaruhi pembagian sisa hasil usaha (SHU),” lanjutnya.***
ahim sbn