suara banua news- MARABAHAN, Selama dua pekan berlangsungnya Pelaksanaan Operasi Keselamatan Intan 2024 di Batola, terdapat ratusan pengendara yang melanggar aturan dan ditindak dengan penilangan.
OPERASI Keselamatan Intan 2024 berlangsung digelar sejak dari 4 sampai 17 Maret. Sejumlah pelanggaran yang melanggar aturan langsung dikenakan tilang.
Sejumlah pelanggaran tersebut, diantaranya pengendara menggunakan ponsel ketika berkendara, pengendara di bawah umur dan membonceng lebih dari satu orang, serta tidak menggunakan helm dan safety belt,
Kemudian berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, over dimension atau overload, serta kendaraan yang menggunakan plat nomor palsu.
![]()
Setelah dua pekan diselenggarakan, Operasi Keselamatan Intan 2024 di Batola menjaring 128 pelanggar yang ditindak dengan tilang.
“Tren pelanggaran 2024 memang meningkat dibanding 2023 yang ditandai dengan hanya 51 tilang,” jelas Kapolres Batola, AKBP Diaz Sasongko.
Penyebabnya penindakan dalam Operasi Keselamatan Intan 2023 masih terbatas, karena hanya menggunakan ETLE mobile.
“Sekarang selain menggunakan ETLE mobile, penindakan dapat dilakukan untuk pelanggaran yang berisiko meningkatkan fatalitas kecelakaan lalu lintas,” sambungnya.
![]()
Di sisi lain, sasaran khusus Operasi Keselamatan Intan juga meningkat dari 8 poin menjadi 13 poin.
Selain ditindak dengan tilang, Satlantas Polres Batola juga mengeluarkan ratusan teguran kepada pelanggar.
Kami juga melakukan pendekatan persuasif melalui teguran. Hasilnya kami memberikan 424 teguran atau meningkat dibanding 2023 sebanyak 409 teguran, lanjutnya Diaz.
Kendati pelanggaran mengalami peningkatan, tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan fatalitas seperti meninggal dunia atau cacat permanen.
“Alhamdulillah, tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan fatalitas selama Operasi Keselamatan Intan 2024″
” Dalam operasi keselamatan, indikator utama yang digunakan adalah fatalitas kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, catatan nihil kejadian ini sama seperti 2023 lalu,” kata AKBP Diaz Sasongko. ***
ahim sbn

















