suara banua news-BANJARBARU, Pihak manejemen Aeris Hotel Banjarbaru akhirnya memenuhi audiensi dengan Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Arifin, menyusul adanya teguran dari Dinas Pariwisata terkait beroperasinya hotel ini sebelum mengantongi izin operasional dari Walikota Banjarbaru.
MENANGGAPI ini, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin menyambut baik kedatangan Aeris Hotel sebagai salah satu hotel yang ada di tengah-tengah Kota Banjarbaru.
Namun, ia memberikan catatan agar Aeris Hotel bisa menciptakan iklim investasi yang kondusif di Banjarbaru.
“Jadi ya, kita minta pihak Aeris Hotel segera melengkapi izin-izinnya agar opersionalnya tidak terganggu,” terang Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin.
Sebagai pemangku wilayah Kota Banjarbaru, Aditya tidak melarang Aeris Hotel beroperasi. Pihaknya juga siap membantu Aeris Hotel untuk melengkapi perizinan yang belum terpenuhi.
“Kita akan bantu proses perizinannya,” jelasnya.
Sementara itu, owner Aeris Hotel, Aristo menyampaikan memang ada beberapa perizinan yang saat ini masih berjalan bahkan ada yang berubah.
“Ada rekomendasi dari Dinas Perhubungan soal parkir, ada perubahan dari IMB jadi PGB dan sertifikat laik sehat,” kata Aristo.
Namun, sejauh ini pihaknya berusaha memenuhi perizinan yang disebutkan sesuai proses. Seperti SLS yang bisa dikeluarkan jika hotel sudah beroperasi.
“Seperti SLS itu kan bisa dikeluarkan ketika hotel sudah beroperasi. Kita saat ini masih soft opening, belum beroperasi sepenuhnya,” jelas Aristo.
Ia juga mengungkapkan alasan kenapa belum melakukan grand opening.
“Karena ada satu lantai lagi yang belum selesai di bangun,” lanjut Aristo.***
nr sbn


















