sbn-ANJIR, Pelaksanaan larangan melintas bagi kendaraan berat di Jembatan Barito memasuki hari kedua dengan hasil yang menggembirakan.

PANTAUAN di lapangan menunjukkan arus lalu lintas berjalan lancar dan tingkat kesadaran pengendara truk besar meningkat signifikan.


Di kawasan Handil Bakti, Jalan Gubernur Syarkawi, dan ruas Jalan Trans Kalimantan, petugas gabungan tetap berjaga dan mengarahkan sejumlah kecil truk yang masih mencoba melintas ke rest area yang telah disediakan.

Kasat Lantas Polres Barito Kuala, AKP Andre Primaraharja Wirahmawan, menjelaskan bahwa beberapa titik rest area telah disiapkan untuk menampung kendaraan berat.

“Kami menyediakan rest area di Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti sebelum simpang empat Handil Bakti, serta di Jalan Gubernur Syarkawi sebelum kampus UMB dari arah Banjarmasin.

Dari arah Kapuas, pengemudi diarahkan ke kawasan Anjir Muara,” ujarnya.

AKP Andre menambahkan, kesadaran pengguna jalan pada hari kedua ini jauh lebih baik dibandingkan hari pertama.

“Pengemudi truk besar sudah mulai menyesuaikan waktu keberangkatan mereka, sehingga tidak tiba saat jam penutupan,” jelasnya.

Hal ini berdampak positif pada kelancaran arus lalu lintas dari Banjarmasin menuju Marabahan dan sebaliknya.

Antrean kendaraan juga berkurang drastis dibandingkan hari sebelumnya.

Jadwal penutupan sementara Jembatan Barito tetap berlaku selama empat jam setiap harinya:

– Jumat, 31 Oktober 2025, pukul 10.00–14.00 Wita.

– Sabtu, 1 November 2025, pukul 10.00–14.00 Wita.

– Senin, 3 November 2025, pukul 10.00–14.00 Wita.

Pembatasan lalu lintas berlaku bagi kendaraan berat (roda enam ke atas) serta kendaraan dengan SIM B1 dan B2. Kendaraan ringan, roda dua, dan kendaraan darurat tetap diizinkan melintas.***
ahim sbn