sbn-WANARAYA, Kemeriahan Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun ini di Desa Dwipasari, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, semakin terasa istimewa dengan diresmikannya Candi Bentar Khayangan pada Sabtu (29/11/2025).
CANDI ini diharapkan menjadi ikon wisata adat baru yang menarik perhatian wisatawan.
Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo, meresmikan langsung candi tersebut, disaksikan oleh berbagai tokoh penting seperti Camat Wanaraya, Danramil, Kapolsek Wanaraya, serta para kepala desa dan tokoh masyarakat Dwipasari.
Candi Bentar Khayangan, dengan arsitektur khas Bali, dibangun sebagai wujud pelestarian budaya Hindu sekaligus menjadi pusat kegiatan spiritual bagi warga setempat.
![]()
Kehadirannya diharapkan dapat menarik wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat tradisi Hindu di Barito Kuala.
Menurut Kepala Desa Dwipasari, I Made Wastawan, pembangunan candi ini adalah bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai adat dan mengembangkan pariwisata desa.
“Kami berharap Candi Bentar Khayangan dapat menjadi destinasi yang menarik bagi masyarakat Hindu maupun wisatawan umum yang ingin menikmati keunikan adat dan budaya Dwipasari,” jelasnya.
Peresmian berlangsung dengan khidmat dan meriah, diisi dengan doa bersama dan prosesi adat sebagai tanda resminya pemanfaatan candi sebagai pusat kegiatan spiritual dan kebudayaan.
![]()
Warga menyambut gembira ikon baru yang diharapkan dapat menjadi ruang edukasi budaya dan menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Pemerintah desa berharap, dengan adanya Candi Bentar Khayangan, Dwipasari semakin dikenal sebagai tujuan wisata budaya unggulan di Barito Kuala, yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
![]()
Anggota DPRD Barito Kuala, Suparman, juga menyampaikan dukungannya terhadap harapan masyarakat Dwipasari untuk menjadikan desa ini sebagai destinasi wisata adat dan budaya.
“Kami siap mendukung segala upaya untuk mewujudkan harapan dan tujuan warga. Semua prosedur akan kami jalankan, mulai dari musyawarah desa hingga musrenbang kabupaten,” katanya.***
ahim sbn


















