sbn-MARTAPURA, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Banjar resmi menggelar Pelatihan Kader Kesekretariatan Tahun 2026 di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura, hari ini.
KEGIATAN ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas.
Mengusung tema “Kader PKK Kuatkan 10 Program Pokok Melalui Perencanaan Desa Menuju Keluarga Berkualitas Wujudkan Indonesia Emas 2045”.
Selain itu, pelatihan ini merupakan usulan dari unsur sekretariat untuk meningkatkan kapasitas kader dalam menyusun program dan anggaran di tingkat desa, guna mendukung kelancaran pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
“Usulan dari sekretariat kami terima agar melaksanakan pelatihan terkait penyusunan program dan penganggaran di desa untuk mendukung program-program PKK, khususnya 10 Program Pokok PKK,” jelas Nurgita.
Nurgita, juga menyampaikan, kader sekretariat diharapkan mampu menjadi pendukung utama bagi kelompok kerja dan bidang lainnya dalam merancang program yang memiliki perencanaan matang serta dukungan anggaran yang jelas.
Terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran di berbagai tingkatan pemerintahan, penyusunan skala prioritas menjadi hal yang sangat krusial.
“Kita harus menyesuaikan dengan kondisi efisiensi. Tidak semua usulan dan program bisa dilaksanakan secara serentak, sehingga perlu menentukan prioritas yang benar-benar memberikan manfaat,” jelasnya.
Untuk memastikan materi yang disampaikan tepat sasaran, TP PKK Banjar menghadirkan narasumber profesional, di antaranya Santi Nurlaela yang memiliki pengalaman di Bapperida Kabupaten Banjar.
Para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai perencanaan dan penganggaran, sehingga mampu menyusun program yang sesuai dengan kondisi keuangan daerah maupun desa.
Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Banjar dan jumlah kader yang cukup banyak, pelatihan ini dibagi menjadi dua angkatan.
Setelah angkatan pertama yang berlangsung hari ini, kegiatan serupa akan dilaksanakan kembali pada Selasa besukuntuk angkatan kedua.
Ke depannya, TP PKK Banjar berencana menggelar pelatihan pembinaan guna meningkatkan kepercayaan diri kader dalam menyampaikan gagasan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa melalui pelibatan unsur perencanaan desa dan kelurahan.
“Pada dasarnya kami adalah pelaksana di lapangan. Perencanaan dan pertanggungjawaban tetap berada pada masing-masing sektor unggulan, baik pemerintah desa maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa di tingkat kabupaten,” jelas Nurgita.***


















