sbn -MARTAPURA, Kabar gembira datang dari Desa Labuan Tabu, Kecamatan Martapura. Desa yang dikenal luas sebagai “Sentra Bunga” di Kabupaten Banjar ini kini dipastikan masuk dalam daftar desa berstatus Mandiri berdasarkan hasil pemutakhiran data Indeks Desa Tahun 2026.

MESKI daftar lengkap 130 desa di Kabupaten Banjar belum dipublikasikan secara rinci, nama Desa Labuan Tabu tercatat sebagai salah satu desa yang telah berstatus Mandiri.


Status ini ditetapkan berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) yang mengukur tiga dimensi utama: ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Desa dikategorikan Mandiri jika meraih skor IDM di atas 0,815.
Keberhasilan ini bukan kebetulan. Labuan Tabu memang memiliki potensi besar yang dikelola dengan terarah.

Hampir seluruh halaman rumah warga dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis bunga komersial, mulai dari melati, mawar, hingga kenanga.

Tak berhenti di budidaya saja, pemerintah desa terus berinovasi:

–Teh Bunga Melati , bunga yang dulunya hanya dijual segar, kini diolah menjadi produk teh kemasan bernilai jual lebih tinggi, lengkap dengan pengeringan modern dan pemasaran digital.

Jalan Usaha Tani, jalan penghubung antar-desa terus diperbaiki agar hasil panen bunga dan sayur warga bisa sampai ke pasar lebih cepat dan murah.

BUMDes Berdaya, menyediakan bibit berkualitas dan menampung hasil panen langsung agar harga jual warga tetap terjaga.

Siaga Bencana, warga juga dilengkapi sistem kesiapsiagaan mandiri menghadapi karhutla dan banjir yang kerap terjadi saat peralihan musim.

“Status Desa Mandiri ini bukan sekadar gelar, tapi bukti bahwa masyarakat mampu membangun desanya sendiri berbasis potensi yang dimiliki,” ungkap seorang pengelola program desa.

Langkah ini membuktikan: dengan potensi lokal, kerja keras, dan perencanaan yang tepat, desa kecil pun bisa tumbuh mandiri dan sejahtera.***