sbn-BANJAR, Warga Kabupaten Banjar diminta lebih waspada. Udara yang kita hirup setiap hari kini tak lagi sepenuhnya aman.

DATA resmi DPRKPLH Kabupaten Banjar mencatat angka ISPU di Kertak Hanyar menembus di atas 800, kategori berbahaya. Martapura juga tidak luput, berada di angka 190 atau kategori tidak sehat.


Kecamatan Gambut, Sungai Tabuk, dan sebagian Martapura Barat turut merasakan dampaknya.

Muhammad Saupi dari DPRKPLH Kabupaten Banjar menjelaskan tingkat pencemaran berubah sepanjang hari.

Kondisi ini membuat pihaknya mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh warga.

“Kalau tidak mendesak, sebaiknya tetap di rumah. Bagi yang harus keluar rumah, wajib gunakan masker yang layak,” kata Saupi.

Kondisi ini bahkan memengaruhi dunia pendidikan. Data pemantauan 24 jam ini menjadi acuan bagi sekolah-sekolah untuk memutuskan apakah siswa belajar di sekolah atau beralih ke pembelajaran jarak jauh.

Di balik buruknya kualitas udara, akar masalah tetap sama: kebakaran hutan dan lahan.

DPRKPLH telah menyurati berbagai perusahaan untuk turut mengawasi dan mencegah pembakaran lahan di lingkungannya.

Perubahan tidak bisa datang dari satu pihak saja, butuh gotong royong seluruh masyarakat Banjar agar udara bersih bisa kembali dinikmati.***
amanda sbn