sbn- GAMBUT, Kabupaten Banjar saat ini masih berada di peringkat ke-24 dari 11 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dalam hal indeks digitalisasi daerah. Posisi ini menjadi pemicu semangat bagi Pemkab Banjar untuk segera menyusun langkah terobosan baru.
KEPALA BPKPAD Banjar, Nashrullah Shadiq, mengungkapkan sejumlah program strategis yang siap dijalankan guna mendongkrak angka tersebut.
Salah satunya adalah penerapan pembayaran retribusi parkir menggunakan QRIS, sekaligus mendorong seluruh SKPD pengelola retribusi untuk mengadopsi metode pembayaran serupa.
Beberapa sektor, seperti layanan rumah sakit dan Puskesmas, telah menunjukkan kemajuan positif, warga mulai terbiasa membayar lewat QRIS.
Namun tantangan tetap ada: wilayah Banjar yang mayoritas bukan perkotaan membuat masyarakat pedesaan, terutama lansia, belum sepenuhnya terbiasa dengan transaksi digital.
![]()
“Kami akan tingkatkan sosialisasi dan dorong pelaku usaha menyediakan fasilitas QRIS. Selain itu, sedang dikaji skema apresiasi bagi ASN dengan penggunaan QRIS tertinggi agar menjadi teladan,” jelas Nashrullah.
Langkah konkret ini diharapkan perlahan namun pasti mengubah angka peringkat digitalisasi Kabupaten Banjar menjadi lebih baik di masa mendatang.***


















