suara banua news – MARTAPURA, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, menyerahkan bantuan 1.000 unit tumbler sebagai tempat air minum untuk jemaah hauan yang disalurkan melalui Dunas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar.

PENYALURAN bantuan tumbler tersebut untuk mengurangi volume sampah pasca haulan Guru Sekumpul yang di prediksi mencapai 700 ton lebih.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, bantuan 1.000 unit tumbler dari Gubernur H Sahbirin Noor itu untuk mengurangi tumpukan sampah , terutama sampah plastik pasca kegiatan Guru Sekumpul akhir Februari ini.

” Kebetulan, momentum haulan ke-15 Abah Guru Sekumpul kali ini berdekatan dengan “Hari Peduli Sampah Nasional” yang diperingati pada, tanggal 21 Februari 2020 belum lama tadi”

” Jadi, kegiatan ini sudah sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Banjar yang menginginkan dan mengimbau masyarakat agar membawa atau menggunakan tumbler, sebagai tempat air minum saat menghadiri kegiatan haulan,” ujar Hanifah saat menghadiri kegiatan aksi bersih-bersih di Taman Demang Lehman Martapura, Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Rabu (26/2/2020).

Dia berharap, bantuan 1.000 unit tumbler, untuk jemaah haulan Guru Sekumpul tersebut, dapat memberikan mafaat dan mampu resonansi kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga tumbler dapat membudaya dan menjadi gaya hidup masyarakat.

” Sampah plastik pasti akan berkurang. Bahkan, kabupaten lain pun seperti Kabupaten Tapin juga turut serta menyediakan 1.000 unit tumbler untuk jemaah haulannya sebagai bentuk kerjasama kita bahu-membahu dalam penanggulangan permasalahan sampah. Mudah-mudahan tumbler ini menjadi tren dan banyak digunakan kalangan melinial,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas.Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar, Boyke W Triestiyanto menambahkan, untuk pendistrianbusian tumbler akan dilakukan saat hari H pelaksanaan kegiatan jaulan.Guru Sekumpul.

“Untuk pengisian air tumbler kita lakukan di 14 titik lokasi diantaranya; di dekat Kantor Inspektorat, Kelurahan Sekumpul, Gunung Ronggeng, dan di Simpang Tiga Sekumpul Ujung. Kabanyakan pengisian air tumbler kita gelar di luar kawasan pusat kegiatan haulan ,” ucapnya.

Boy juga mengimbau, kepada pengusaha-pengusaha air isi ulang, agar turut serta membantu melakukan pengisian ulang air tumbler jemaah haulan. Utamanya, bagi jemaah haul yang berada di kawasan pusat kegiatan haul ke-15 Abah Guru Sekumpul.

“Kalau kegiatan sudah berlangsung, jemaah dipastikan tidak bisa lagi kemana-mana. Jadi untuk pengisian tumbler mereka yang habis tolong bantu pengsianya. Kami pun tidak melarang jemaah haulan yang ingin membawa air minum dalam botol kemasan. Namun alangkah baiknya membawa tumbler, guna mengantisipasi tumpukan sampah,” tuturnya.

Kendati, Boy tidak melarang penggunaan botol kemasan minuman, ia tetap berharap kepada semua jemaah haulan agar tidak membuang sampah sembarangan,.Namun memilah sampah organik dan anorganik, agar saat prosesnya nanti lebih memudahkan petugas relawan membersihkannya.

” Meskipun jumlah tumbler yang tersedia, dibanding dengan jumlah jemaah haulan yang datang tidak sebanding. Setisaknya itu bisa mengurangi sampah plastik dari air kemasan,”imbuhnya.***

suara banua news


***