suara banua news – KANDANGAN, Sebanyak 13 orang tenaga pendamping Rehabilitasi Hutan Lindung (RHL) Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito tahun 2020 ditempatkan di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Hulu Sungai.

MEREKA TERDIRI dari 10 orang tenaga pendamping untuk pemeliharaan tahap pertama (P1) dan 3 orang untuk tenaga dalam kegiatan penanaman (PD)


Menurut Kepala KPH Hulu SungI, Rudiono Herlambang, ada sekitar 2075 hektar luasaan areal yang masuk kawasan Rehabilitasi Hutan Lindung BPDASHL Barito dan kini masuk pemeliharaan tahun pertama atau P1.

Luasan areal RHL itu terbagi dalam 10 blok dengan luasan yang bervariasi dan untuk meningkatkan pengawasan pihaknya telah menunjuk 10 orang tenaga penyuluh kehutanan.

” Dan untuk mencapai target jaminan hidup 100 persen, perlu adanya peningkatan pengawasan, sehingga bisa diserah terimakan di akhir kegiatan,” jelas Rudiono Herlambang.

Sedangkan Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Hulu Sungai, Karlan menegaskan, keberhasilan tumbuh bibit dilapangan harus memenuhi kriteria dan standar kualitas yang sudah di tentukan.

Sementara itu sebelum 13 orang tenaga pendamping RHL ini melakukan tugasnya, terlebih dahulu merekan melakukan koordinasi dan menyamakan persepsi kegiatan dengan KPH Hulu Sungai.***

**