SUARA BANUA NEWS – SEJUK, Indah dan rindang. Itulah kesan pertama yang bakal Anda rasakan saat pertama memasuki kawasan obyek wisata alam Mandiangin, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
![]()
Alam pegunungan yang mendominasi kawasan obyek wisala alam Mandiangin, dan masih terjaga keasriannya hingga sekarang, adalah sebagai bentuk pelestarian kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati, satwa dan tumbuhan endemik di Kalimantan.
![]()
Fasilitas outbond
Tak hanya itu, Obyek Wisata Alam Mandiangin, juga menyimpan banyak situs sejarah yang masih bisa dilihat dan banyak dikunjungi wisatawan domistik dan mancanegara. Salah satunya adalah bangunan benteng pertahanan milik tentara Belanda, saat menduduki Kalimantan.
Benteng berbentuk gua segi empat menjorok kedalam mirip muara terorongan bawah tanah ini, menjadi salah satu tempat yang disinggahi pengunjung untuk sekedar berfoto ria, atau mencari reprensi soal sejarah keberadaan Belanda di masa perjajahan.
![]()
Gua Belanda
Di dekat benteng Belanda ini, ada Bukit Tengger dan berada diantara lereng bukit yang besar. Untuk menuju puncak bukit ini, Anda harus berjalan kaki melewati jalan setapak dan berbukit.
![]()
Puncak Tengger
Diatas puncak bukit tengger ini, Anda bisa memandangi hamparan alam bebas pegunungan. Apalagi sehabis hujan mengguyur. Awan mengumpul disekitar kawasan puncak tengger, sehingga yang menikmatinya serasa berada di “negeri awan”.
![]()
Di kawasan bukit tengger ini, juga sangat cocok untuk olah raga Paralayang. Demikian juga, lintasan jalannya acapkali digunakan para atlet balap sepeda untuk berlatih, karena medannya yang berbukit dan menantang.
![]()
![]()
Tak jauh dari puncak tengger dan agak menurun kebawah, ada sebuah kolam Belanda. Kolam ini berisi air pegunungan yang dialiri dari atas lereng pegunungan.
Kolam berukuran 30 meter kali 50 meter ini, selalu dimanfaatkan pengunjung untuk sekedar bermain air atau merendam kaki.
![]()
Kolam Belanda
Agak menurun sekitar 400 meter kebawah, Anda akan menemui air terjun putri, dengan airnya yang bersih dan dingin. Untuk menuju lokasi air terjun ini, Anda cukup menapaki anak tangga yang dibangunkan pengelola.
![]()
Obyek yang satu ini juga mempunyai view yang bagus untuk biground fotografi dalam mengexplore alam melalui jepretan lensa kamera.
![]()
Kawasan obyek wisata alam Mandiangin, adalah salah satu kawasan yang masuk dalam areal Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Selain menjadi tempat wisata, kawasan hutan Mandiangin, juga sebagai hutan pendidikan, pusat informasi, penelitian, pembinaan dan koleksi flora dan fauna serta lingkungan khususnya hutan hujan tropis di Kalimantan Selatan bagi generasi kini dan mendatang.
![]()
Di kawasan Tahura Sultan Adam sendiri terdapat banyak jenis tumbuhan atau flora. Demikian juga untuk satwanya. Keanekaragama flora dan fauna ini menjadi khasanah dari Tahura Sultan Adam.
![]()
Untuk pengembangan satwa, di lokasi Mandiangin ada penangkaran rusa sambar dan budidaya madu kalulut. Selain pemeliharan dan pelestarian beruang madu, kelinci serta Binturung atau Arctictis Binturong.
![]()
Rumah Kelinci
![]()
Budidaya Madu Kelulut
Tahura Sultan Adam dengan obyek wisata Mandianginnya, adalah salah satu wisata alam unggulan Kalimantan Selatan yang menawarkan keindahan panorama alam pegunungan yang indah dan sejuk.
![]()
Untuk menuju lokasi wisata alam Mandiangian, bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat dengan waktu sekitar 30 menit dari bundaran Kota Banjarbaru. Apalagi sudah didukung akses jalan yang bagus dan beraspal.
Dari pintu masuk ke lokasi wisata Mandiangian, Anda sudah disuguhkan dengan suhu udaranya yang sejuk serta gemercik suara air yang turun dari mata air pegunungan yang jernih melalui tumpukan bebatuan yang disisi kanan kirinya di tumbuhi pepohonan yang rindang.
Salah satu pengunjung asal Kota Pontianak Kalimantan Barat, Sardimansyah, mengaku takjub dengan keindahan alam di kawasan obyek wisata alam Mandiangin.
![]()
Sardimansyah,
Menurutnya kawasan ini sangat cocok untuk obyek penelitian dan pendidikan karena menyimpan banyak jenis flora dan fauna. Selain alamnya yang masih terjaga dan terdapat banyak situs cagar budaya.
” Kawasan ini sangat cocok sekali untuk penelitian juga tempat bermain anak anak,” ujarnya.
![]()
Sebelum berkunjung ke wisata Mandiangin dirinya bersama keluarganya sudah mengunjungi obyek wisata Pulau Kembang di Kota Banjarmasin, Banua Park serta beberapa obyek wisata lainya di Kalimantan Selatan, Mandiangin ini yang sangat menarik, ujar Sardimansyah bercerita.
Sementara itu Rahmad Riansyah, Kepala Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Tahura Mandiangin, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, menuturkan akan melakukan retorasi beberapa situs peninggalan Belanda yang berada di obyek wisata Mandiangin.
![]()
Rahmad Riansyah
Apalagi katanya, kawasan Tahura Sultan Adam mulai mendapat perhatian dari beberpa negara di Eropa. Bahkan para duta besarnya berencana akan berkunjung di kawasan ini untuk melihat secara langsung pengelolaan Tahura.
” Pembangunan infrastruktur terus kita lakukan. Diantaranya di Desa Balangian. Termasuk kandang rusa si kawasan pinus satu,” paparnya Rahmad Riansyah.
Tidak hanya itu, di lokasi Tahura pihaknya juga akan menyiapkan areal bagi komunitas hijau yang ada di Kalimantan Selatan, untuk melakukan penanaman pohon dalam upaya melakukan kegiatan penghijauan.
Penanaman pohon di areal Tahura akan terpantau pertumbuhannya dibanding diareal lain, seperti halaman rumah atau fasilitas lainnya. Karena di Tahura tanaman yang tumbuh akan si larang untuk ditebang. Bahkan lebih teratur dan tertata, tandasnya Rahmad.(BS/MS/RH)


















