suara banua news – BANJAR, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar akan memberikan bantuan kepada petani cabai rawit tiung tanjung di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, yang mengalami gagal panen.

DIDUGA tanaman cabai rawit milik petani di Desa Pingaran Ulu, akibat terserang penyakit patek atau serangan jamur colletotrichum atau jamur gloeosporium.


“Karena itu, kita akan terjunkan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) ke lapangan untuk mengetahui penyebab tanaman cabai petani gagal di panen”

” Setelah itu kita akan berikan bantuan sesuai kebutuhan yang diperlukan para petani dalam mengatasi masalah ini,” jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita.

Hingga saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Banjar masih belum dapat mengetahui secara pasti penyebab tanaman cabai para petani mengalami gagal panen.

“Kalau prediksi sementara karena kondisi cuaca ekstrim. Karena itu petugas POPT kita terjunkan untuk melakukan pendataan dibeberapa wilayah yang kemungkinan terjadi kekeringan hingga menyebabkan gagal panen,” sambungnya.

Kalau nantinya diketahui, penyebabnya adalah faktor kekeringan, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar siap meminjamkan pompa air kalau memang ada sumber air terdekat.

Pihaknya juga akan melakukan pendataan terhadap para petani yang masih belum tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan.

Kalau sudah tergabung dalam Gapoktan, mama dapat diketahui kegiatan apa saja yang mereka perlukan.

Terlebih Gapoktan merupakan salah satu syarat agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah yang bersumber dari APBD karena sudah berbadan hukum, kata Warsita.

Selain upaya tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar sudah melaksanakan kegiatan sekolah iklim untuk mengetahui kapan waktu tanam yang tepat.

Mungkin kegiatan tersebut masih belum dapat mencakup secara luas atau terbatas. Karena itu pihaknya akan laksanakan lagi secara bertahap, lanjutnya. ***