suara banua news- BANJAR, Air Mancur Berlian yang berada di kawasan Taman Cahaya Bumi Selamat, tepat di jantung Kota Martapura Kabupaten Banjar, seakan tak ada rohnya.

KINI FASILITAS bermain dan hiburan keluarga dengan konsep air mancur ini, tak ubahnya seperti bangunan tua yang terlantar dan tak terawat.


Padahal, saat proyek ini direncanakan diharapkan menjadi ikon Kota Martapura, sebagai tempat bermain yang sejuk dan asri bagi keluarga.

Kenyataanya, bagunan ini terlihat berkarak serta dipenuhi oleh pemandangan aneka ragam sampah dan dedaunan kering, menimbulkan kesan gersang.

Tak hanya itu, bangunan utama air mancur berlian juga berlumut bercampur sedimen lainnya.

Khabarnya, untuk merawat bangunan Air Mancur Berlian bernilai Rp. 1,6 miliar dan diresmikan 2018 lalu, Bidang Cipta Karya PUPR Kabupaten Banjar sudah menyelipkan anggaran sebesar Rp. 100 juta pertahunnya untuk biaya perawatannya.

” Dengan biaya sebesar itu, tentunya hasil perawatannya akan terlihat dan dapat dirasakan manfaatnya. Yang ada dedaunan kering yang berserakan,” kata Husni Animan, salah satu warga Kabupaten Banjar.

Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Kabupaten Banjar, Iwan Junaidi membeberkan, anggaran perawatan Rp. 100 juta itu tidak maksimal digunakan, karena bangunan sudah mengalami kerusakan?

Mengenai hal ini pula, Pemerintah Kabupaten Banjar berencana ingin melakukan revitalisasi Air Mancur Berlian dengan konsep berbeda yang minim kerusakan dan minim biaya pemeliharaan.

“Wacananya akan kita jadikan ruang terbuka umum dan kolamnya akan kita design ulang,” lanjutnya Iwan. ***
nurul octaviani sbn