suara banua news -MARTAPURA, Sebuah pangkalan gas LPG 3 kilogram di Desa Bawahan Pasar, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, menjadi sorotan setelah diduga menjual gas bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Warga setempat ramai membicarakan hal ini di media sosial dan grup WhatsApp.
ADI Riswan, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa tetangganya membeli gas melon seharga Rp22.000, lebih tinggi dari HET yang ditetapkan pemerintah.
Ketika Adi menanyakan hal ini langsung ke pemilik pangkalan, Kamaruzzaman (anggota DPRD Kabupaten Banjar), ia diberi tahu harga jualnya Rp18.000.
Namun, ketika Adi menyampaikan perbedaan informasi dari pembeli, pemilik pangkalan justru marah dan melarangnya melapor ke polisi.
Cerita serupa disampaikan oleh Bahrani, warga lainnya yang juga mengaku membeli gas dengan harga Rp22.000.
Dia bahkan mengaku diminta istri Kamaruzzaman untuk tidak menyebutkan harga sebenarnya kepada orang lain.
Kamaruzzaman mengakui adanya transaksi di atas HET, namun berdalih bahwa hal tersebut merupakan kesepakatan bersama dengan warga yang merasa senang karena kini memiliki akses mudah ke pangkalan resmi di desa mereka.
Ia juga mengklaim memiliki surat pernyataan dari warga yang menyetujui harga tersebut.
![]()
Ia membantah tudingan bahwa istrinya menjual gas seharga Rp22.000 dan menyesalkan penyebaran informasi yang dianggapnya merugikan usahanya.***
n octaviani sbn


















