sbn- HISTORY, Ratu Wilhelmina dari Belanda sempat mengalami kesusahan besar dan jatuh sakit setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945.
WILHELMINA, menganggap kehilangan Indonesia sebagai kerugian besar bagi kerajaan, mengingat Indonesia merupakan koloni utama yang menjadi penopang ekonomi Belanda pada masa itu.
Beban mental tersebut semakin bertambah akibat dampak Perang Dunia II yang membuat ekonomi Belanda terpuruk.
Perekonomian negara itu hancur, infrastruktur rusak parah, terjadi kelangkaan bahan bakar, serta penjatahan makanan.
Akibatnya, Ratu Wilhelmina memerintahkan pengiriman pasukan untuk melakukan Agresi Militer dengan tujuan menduduki kembali Indonesia secara paksa.
Sebelumnya, ia pernah menjanjikan bentuk persemakmuran federasi agar Indonesia tetap berada di bawah naungan Belanda dan bukan merdeka penuh.
Namun, upaya ini tidak berhasil karena adanya tekanan internasional.
Ratu Wilhelmina dikenal sebagai pemimpin yang tegas, berkemauan keras, taktis, dan pemberani. Ia menjadi satu-satunya ratu di dunia yang tidak rela dengan kemerdekaan Indonesia.
![]()
Ketidakrelaannya tersebut membuat kondisinya kesehatan terus menurun, hingga akhirnya memaksanya untuk turun takhta pada tahun 1948 , satu tahun sebelum Belanda resmi mengakui kedaulatan Republik Indonesia pada tahun 1949.
Setelah menyerahkan kekuasaan kepada putrinya, Ratu Juliana, Wilhelmina menyepi di Istana Het Loo hingga akhir hayatnya pada tahun 1962.***


















