sbn-NASIONAL, Mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (9/9/2026).

BERDASARKAN data Refinitiv per pukul 09.17 WIB, delapan dari sepuluh mata uang yang dipantau mencatat apresiasi, sementara dua lainnya melemah.


Rupiah menjadi yang terdepan dengan penguatan 0,43 persen ke posisi Rp17.550 per dolar AS.

Disusul Yen Jepang naik 0,23 persen ke JPY 153,6/US$ dan Dolar Taiwan menguat 0,11 persen. Dong Vietnam, Yuan Tiongkok, serta Baht Thailand juga ikut menguat.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) hanya naik tipis 0,01 persen ke angka 98,796 dan belum menunjukkan pemulihan yang kokoh, masih tertahan di bawah level 99.

Penguatan Yen Jepang yang cukup tajam belakangan ini menjadi salah satu penahan laju dolar AS, mengingat Yen merupakan komponen utama dalam perhitungan indeks tersebut.

Pasar kini memperkirakan Bank Jepang akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17–18 September mendatang.

Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak justru memberi penahan bagi pelemahan dolar AS.

Arah kebijakan The Fed selanjutnya akan sangat bergantung pada data inflasi AS yang dirilis Jumat pekan ini.***
dikutif dari cnbc Indonesia
foto cnbc Indonesia