sbn- SUNGAI TABUK, Keindahan dan keunikan Pasar Terapung Lok Baintan yang memikat hati kini semakin lengkap dengan kehadiran satu destinasi istimewa tak jauh dari sana.

HANYA berjarak 500 meter, tersembunyi situs bersejarah bernama “Alam Roh” di Desa Paku Alam, Kecamatan Sungai Tabuk, bekas markas ALRI Divisi IV di bawah pimpinan Brigjen Hasan Basry.


Inilah pesona magis Pasar Terapung Lok Baintan, ikon wisata Kalimantan Selatan yang tak ada duanya.

Di sini, para pedagang mayoritas warga Desa Paku Alam berdatangan sejak subuh membawa hasil kebun sendiri: buah-buahan segar, sayuran, dan hasil bumi yang baru dipetik.

Keunikan inilah yang membuat pasar terapung terasa begitu hidup dan memikat hati siapa pun yang berkunjung.

Hanya berjarak 500 meter dari pasar terapung, tersembunyi permata sejarah yang tak kalah menarik: Situs “Alam Roh” di Desa Paku Alam, Kecamatan Sungai Tabuk.

Dulu tempat ini merupakan markas besar Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Divisi IV di bawah pimpinan Brigjen Hasan Basry, saksi bisu keberanian para pejuang kemerdekaan Kalimantan Selatan.

Meski namanya terdengar misterius, di sinilah semangat perjuangan rakyat pernah berkobar.

Kini berdiri di sana prasasti peresmian tahun 1983, rumah adat Bubungan Tinggi yang menyimpan peninggalan pahlawan, serta makam warga yang mewakafkan tanahnya untuk kemerdekaan.

Kepala Desa Paku Alam, Sapi’e, memiliki impian indah: menyatukan keindahan alam pasar terapung dengan kekayaan sejarah Alam Roh dalam satu paket kunjungan wisata.

“Banyak wisatawan datang ke Lok Baintan, tapi belum tahu ada monumen bersejarah di desa kami. Semoga keduanya bisa terhubung menjadi satu rute wisata yang lengkap,” jelasnya.

Langkah nyata pun telah diambil. Pemerintah Desa membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang melibatkan pelaku wisata Lok Baintan, serta memperbaiki akses dermaga kapal wisata agar semakin nyaman.

Tak hanya itu, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, termasuk penginapan yang layak dan akses yang baik, terus didorong agar wisatawan betah dan kembali lagi.

Keberadaan pasar terapung juga sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan warga.

Karena yang dijual adalah hasil kebun warga sendiri, maka kelestarian lahan pertanian dan perkebunan menjadi kunci utama.

Dengan menjaga alam, mendukung UMKM lokal, dan memperkuat konektivitas wisata, masyarakat Desa Paku Alam tak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga membangun masa depan yang lebih sejahtera.

Dengan dua pesona dalam satu rute, kunjungan ke Lok Baintan kini bukan sekadar berbelanja hasil bumi di atas air, melainkan sebuah perjalanan yang memadai keindahan alam, kehangatan budaya, dan kekuatan sejarah dalam satu kunjungan yang tak terlupakan.***