sbn- ALUH-ALUH, Ribuan warga Desa Terapu, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, menyuarakan harapan besar kepada pemerintah daerah agar segera memperbaiki kondisi jalan dan jembatan di wilayah mereka.

DESA yang dihuni sekitar 600 Kepala Keluarga ini sebenarnya memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan, namun akses darat yang masih memprihatinkan menghambat roda perekonomian warga.


Meski sebagian besar warga sudah memiliki sepeda motor, tanda bahwa kemampuan ekonomi masyarakat terus meningkat, kendaraan tersebut justru sering terparkir saja di rumah.

Pasalnya, jalan yang rusak membuat warga akhirnya lebih bergantung pada transportasi sungai menggunakan perahu bermesin atau kelotok untuk bepergian.

“Hampir setiap rumah di sini punya motor, tapi kalau mau keluar desa dalam jarak jauh, jalannya rusak. Akhirnya kami lebih banyak menggunakan perahu bermesin lewat sungai,” kata seorang warga.

Ketergantungan pada jalur air ini dirasakan di segala aspek kehidupan, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, petani mengangkut hasil bumi, merawat warga yang sakit, hingga menghadiri kegiatan keagamaan di desa tetangga.

Akibatnya, biaya transportasi menjadi lebih mahal, waktu perjalanan lebih lama, dan keselamatan selalu dipertaruhkan.

Tanpa jalan yang layak dan jembatan yang kokoh, potensi pertanian dan perikanan belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Banyak lahan pertanian yang terbengkalai karena sistem drainase yang tidak memadai dan kesulitan akses.

Pemerintah desa pun sudah berulang kali menyampaikan usulan ini dalam Musrembang, namun hingga saat ini belum ada respon nyata.

“Kami ingin maju, kami ingin sejahtera, dan kami ingin beraktivitas dengan aman seperti warga di wilayah lainnya. Pemerataan pembangunan yang berkeadilan adalah harapan kami,” ujar warga dengan penuh harap.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Banjar maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera turun tangan membangun jalan utama dan jembatan permanen demi membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Terapu.

Kepala Desa Terapu, Jailani, turut menyampaikan hal senada, bahwa pihaknya telah berulang kali menyampaikan usulan perbaikan jalan dan jembatan dalam forum Musyawarah Pembangunan Desa (Musrembang), namun hingga saat ini belum ada respon nyata.

“Kami sudah terus berupaya menyampaikan aspirasi warga. Jalan dan jembatan adalah urat nadi kemajuan desa ini”

“Kalau aksesnya tidak baik, hasil bumi susah dibawa keluar, dan biaya hidup warga jadi lebih mahal”

“Saya berharap pemerintah daerah segera meninjau langsung ke lokasi, melihat sendiri kondisi yang dialami warga kami, dan segera mengalokasikan anggaran pembangunan yang tepat,” jelasnya.***