sbn – MARTAPURA, Kabupaten Banjar menjadi penerima terbesar Bantuan Presiden (Banpres) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Tahap II di Kalimantan Selatan, dengan alokasi sebesar Rp 20 miliar.

DANA tersebut telah resmi ditransfer ke rekening daerah pada Kamis (22/10/2026).


Secara nasional, pemerintah pusat menyalurkan Banpres Tahap II total Rp1,235 triliun untuk 35 kabupaten/kota di tujuh provinsi.

Khusus Kalimantan Selatan, total bantuan tahap II mencapai Rp80 miliar yang dibagikan kepada tujuh kabupaten.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, membenarkan penerimaan bantuan tersebut saat dikonfirmasi.

“Alhamdulillah kita dapat Banpres juga,” ucapnya singkat. Meski dana sudah masuk, rincian penggunaannya belum ditetapkan secara resmi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menjelaskan pihaknya belum menerima surat resmi terkait penyaluran tersebut, sehingga rapat pembahasan skema penggunaan dana belum digelar.

“Kami belum dapat surat resmi dan memang belum ada rapat mengenai bantuan itu”

“Jadi, sementara kami belum bisa menjelaskan desain penggunaannya yang turun dari Kemendagri,” jelas Wasis.

Meski belum ada kepastian rinci, Wasis berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat operasi penanganan karhutla.

Beberapa prioritas yang diusulkan antara lain perbaikan peralatan yang telah bekerja intensif selama tiga bulan terakhir, serta penyediaan kebutuhan bagi petugas di lapangan, termasuk oksigen.

“Yang jelas Banpres ini jadi menambah semangat para petugas kita yang hingga saat ini terus berjibaku agar masyarakat kita dapat menghirup udara yang layak dan bebas dari polutan asap karhutla,” sambung Wasis.

Menteri Koordinator PMK, Sugiono, menjelaskan dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan pelayanan kesehatan warga terdampak asap, pembagian masker, penyediaan oksigen, serta dukungan operasi pemadaman seperti alat pelindung diri, pompa air, dan logistik personel.

Secara keseluruhan, total Banpres karhutla untuk wilayah Kalimantan Selatan dari Tahap I dan II kini mencapai Rp180 miliar.***