sbn – BANJAR, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar terus berupaya meningkatkan produksi ikan papuyu melalui pengembangan budidaya berkelanjutan.
KEPALA Bidang Perikanan Budidaya DKPP Banjar, Bandi Chairullah, menyatakan bahwa harga papuyu yang stabil di pasaran menjadi alasan utama pengembangan ini.
“Papuyu merupakan komoditas unggulan yang didukung oleh SK Menteri Kelautan dan Perikanan serta SK Bupati Banjar sebagai Kampung Perikanan Budidaya,” jelasnya.
Sejak tahun lalu, DKPP Banjar telah menggagas Gerakan Kawasan Kampung Papuyu yang melibatkan 10 kelompok pembudidaya di Kecamatan Karangintan dan Martapura Barat.
Tahun ini, fokus pengembangan berada di Desa Karangintan dengan lahan budidaya seluas 4,93 hektare dan potensi lahan tambahan seluas 14,73 hektare.
Pada tahun 2024, produksi papuyu mencapai 7,3 ton, dan DKPP menargetkan peningkatan produksi pada tahun 2025 dengan panen raya yang direncanakan pada bulan September.
Pemerintah daerah memberikan fasilitas berupa bantuan bibit, pakan, pelatihan, pembinaan, dan pemantauan rutin.
![]()
“Kendala yang dihadapi antara lain produktivitas yang belum optimal dan kapasitas SDM pembudidaya yang masih rendah,” kata Bandi.
Untuk mengatasi kendala ini, DKPP berencana membentuk Forum Komunikasi Perikanan di Desa Karang Intan dan membuka sekolah lapang budidaya yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Selain itu, Bandi berharap Kampung Papuyu dapat berkembang menjadi destinasi wisata berbasis komoditas perikanan.
“Dalam jangka panjang, kami ingin membangun Kampung Ikan Papuyu sebagai kampung wisata berbasis komoditas lokal,” ujarnya.***


















