sbn- MARTAPURA, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk 210 satuan pendidikan yang terdampak bencana banjir.
BERDASARKAN data Disdik, jumlah tersebut terdiri atas 116 Sekolah Dasar (SD), 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 74 satuan pendidikan PAUD dan PKBM.
Kepala Disdik Banjar Hj Liana Penny menyampaikan, kondisi banjir berdampak langsung pada lingkungan sekolah.
Sebanyak 41 sekolah terdampak pada area halaman, sedangkan 169 sekolah lain tergenang hingga ruang kelas, sehingga pembelajaran tatap muka tidak memungkinkan.
“Keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pembelajaran sementara dialihkan ke PJJ,” jelasnya.
Pelaksanaan PJJ dilakukan secara fleksibel dan adaptif, melalui media daring maupun luring seperti WhatsApp, Google Classroom, atau modul mandiri.
Sekolah juga diminta menyesuaikan kurikulum dengan memprioritaskan materi esensial, dukungan psikososial, serta edukasi kesehatan, keselamatan, dan mitigasi bencana.
Sementara itu, satuan pendidikan di wilayah tidak terdampak tetap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seperti biasa.
![]()
Disdik Banjar akan terus memantau dan berkoordinasi dengan pengawas serta pihak terkait. PTM akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan normal.
“Kami berharap dukungan orang tua dan seluruh pihak agar proses belajar anak-anak tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat,” pungkas Liana.***


















