sbn-BANJAR, Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Mali-Mali dan Kampung KB di Kelurahan Keraton, Kabupaten Banjar.
WILAYAH ini menjadi sorotan utama karena sebelumnya tercatat memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan.
Tujuan utama kunjungan ini adalah melihat langsung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting yang digulirkan pemerintah daerah setempat melalui berbagai upaya intervensi.
Koordinator Direktorat Pengendalian Evaluasi Kebijakan Strategis 4 Bappenas, Meita, menjelaskan pihaknya ingin memantau perkembangan kasus di Desa Mali-Mali, termasuk memastikan apakah balita yang terindikasi stunting mengalami perbaikan setelah mendapatkan penanganan, misalnya dari status sangat pendek menjadi pendek.
Berdasarkan data terkini, angka stunting di Kabupaten Banjar masih berada di kisaran 32 persen.
Target yang harus dicapai adalah menekan angka tersebut hingga 17 persen pada akhir tahun 2029.
“Angka ini memang masih sangat tinggi dan menjadi nomor satu di Kalsel. Memang diperlukan upaya keras, namun melalui perbaikan kebijakan dan konsistensi intervensi, kami berharap angka ini dapat turun secara bertahap,” kata Meita.
Meita juga menekankan bahwa keberhasilan menurunkan stunting tidak hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan butuh dukungan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat. Selain intervensi gizi, peran kader di lapangan dinilai sangat penting.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Bappenas didampingi oleh Wakil Bupati Banjar, Said Idrus.***
sbn


















