sbn- ALUH ALUH, Kondisi jembatan kayu poros desa dengan lebar 2 meter yang melintasi Desa Podok, wilayah Desa Terapu, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, kini sangat memprihatinkan.
KONDISI ini sudah sering disampaikan dinMusrembang, karena sudah tua dan banyak bagian yang lapuk, jembatan ini justru menjadi urat nadi perhubungan bagi tak kurang dari 600 Kepala Keluarga di sekitarnya.
Hampir 200 kendaraan bermotor diperkirakan melintas setiap harinya, belum ditambah warga Desa Terapu, Kuin Basar, Kuin Kecil, Handil Baru, Handil Bujur, serta warga perbatasan hingga dari Kota Banjarmasin yang kerap menempuh jalur ini.
Apalagi saat ada acara perkawinan atau kegiatan keluarga, lintasan makin padat sementara keamanan jembatan semakin dikhawatirkan.
Selama ini jembatan tersebut rutin diusulkan perbaikannya setiap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrimbang), namun belum terwujud.
Pambakal Desa Terapu, Jailani, membenarkan kerusakan fisik yang nyata. Papan lantai jembatan banyak berumur, lapuk, berlubang dan mudah pecah atau patah.
Tiang penyangga utama pun mulai rapuh, terasa bergoyang tiap dilewati kendaraan. Pagar pembatas kedua sisi pun sudah tak layak.
Kondisi ini menyulitkan petani yang hendak membawa pupuk ke sawah maupun mengangkut hasil panen keluar desa.
Pengendara sepeda motor wajib ekstra hati-hati agar roda tidak terperosok ke celah-celah kayu yang rusak.
Sebagian warga akhirnya terpaksa memutar lewat jalur lain yang jauh lebih lama dan memakan waktu.
“Warga berharap pemangku kepentingan segera turun tangan, memperbaiki atau mengganti struktur jembatan agar lebih aman. Sebelum jatuh korban jiwa, lalu lintas darat sekaligus akses sungai harus terjamin keselamatannya,” kata warga.***


















