sbn- NASIONAL, Proses pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung intensif, namun terkendala abu vulkanik tebal yang dimuntahkan gunung tersebut.
BERDASARKAN pemantauan terkini, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi singkat pada Kamis pagi pukul 09.10 WIB berdurasi 17 detik.
Kondisi ini membuat tim SAR belum dapat memaksimalkan pencarian melalui jalur udara karena jarak pandang yang sangat terbatas.
Basarnas mengarahkan penyisiran ke sisi utara kawasan gunung dengan menyesuaikan arah angin, pergerakan arus, serta tinggi ombak.
Selain lima jurnalis, tiga awak kapal yang sama-sama hilang kontak juga terus dicari.
Hingga Kamis (10/9/2026), operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus digelar dengan wilayah yang diperluas.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Banten-Lampung, Polairud, TNI AL, dibantu warga, menyisir perairan dari Pantai Carita hingga seputar Gunung Anak Krakatau.
Rombongan berangkat Senin (7/9) siang untuk meliput aktivitas gunung api, namun sinyal terputus sore itu juga.
Penyisiran kini menjangkau Pulau Sebesi, Rakata Besar, Panjang, Sangiang, hingga Sertung, diduga kapal sempat sandar darurat di sana.
Cuaca buruk dan aktivitas vulkanis membatasi gerak tim, pantauan udara belum dapat dilakukan sepenuhnya demi keselamatan.***
dikutip dari cnn indonesia


















