sbn-BANJARBARU, Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, warga Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar kini menghadapi ujian berat lainnya: terhentinya pasokan air bersih akibat kebocoran pipa utama berukuran 1.200 milimeter di kawasan Sungai Landasan Mandikapau, Kecamatan Karang Intan.
SEJAK Jumat malam, keran di sejumlah rumah warga kawasan Landasan Ulin hingga pusat Kota Banjarbaru senyap. Sumber pasokan dari BPAM Banjarbakula terhenti total, memaksa ribuan keluarga mencari jalan keluar sendiri.
Nina adalah salah satunya. Setiap hari dia kini harus membeli air galon isi ulang hanya untuk mencukupi kebutuhan minum dan memasak.
“Saya berharap ini segera ditangani. Semakin lama, beban kami semakin berat,” jelasnya.
Lonjakan permintaan air galon tak terelakkan. Arif yang mengelola depot isi ulang di Banjarbaru, melihat antrean memanjang setiap harinya.
Namun dia tidak memanfaatkan situasi untuk mengambil untung besar. Justru dia mengingatkan pentingnya kebersamaan: “Mari kita bijak menggunakan air. Kondisi belum membaik, hemat air adalah tanggung jawab kita bersama.”
Menyadari situasi darurat ini, PTAM Intan Banjar bergerak cepat. Sumber air pengganti dari Irigasi Riam Kanan kini sudah dialirkan ke instalasi pengolahan mulai Sabtu sore lalu.
Dengan kapasitas 300 liter per detik, air bersih mulai didistribusikan secara bertahap untuk mengembalikan tekanan di seluruh jaringan pipa.
![]()
“Kami tidak tinggal diam. Semua upaya sedang dilakukan agar air kembali mengalir ke rumah-rumah Anda secepat mungkin,” kata Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful.
Sambil menunggu pemulihan total, pihaknya memohon dukungan masyarakat untuk tetap hemat dan bijak menggunakan air yang tersedia.***
budi sbn


















