sbn-ALUH-ALUH, Berbagai cara dilakukan para pembudidaya untuk tetap mempertahankan usahanya di tengah tantangan biaya operasional.

SALAH satunya adalah memanfaatkan limbah kepala udang untuk dijadikan pakan buatan ikan patin.


Caranya cukup sederhana: kepala udang dicampur dengan dedak padi dan minyak sawit, dikeringkan, lalu dibentuk menjadi butiran pakan.

Proses ini melibatkan warga setempat, sehingga turut membantu menciptakan kegiatan produktif di lingkungan sekitar.

Hasilnya, pakan buatan ini menjadi alternatif yang layak digunakan dalam kegiatan budidaya, asalkan disimpan dengan baik agar kualitasnya tetap terjaga.

Jamaluddin, seorang pembudidaya ikan patin,di Aluh-Aluh, juga melakukan penyesuaian pola pemberian pakan.

Jika dulu dia menghabiskan hingga tiga karung atau sekitar 90 kilogram per hari, kini cukup dengan satu karung saja. Langkah ini dinilai cukup membantu menekan pengeluaran harian.

Meski demikian, Jamaluddin berharap adanya pelatihan dari dinas terkait agar keterampilan pembudidaya dalam mengolah pakan buatan dan mengelola usaha semakin meningkat.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan dinas terhadap keberlangsungan usaha budidaya di daerahnya.

Upaya memanfaatkan limbah kepala udang dan efisiensi pakan menunjukkan bahwa kreativitas menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan usaha perikanan budidaya.

Dukungan berupa pelatihan diharapkan semakin memperkuat kemampuan pembudidaya menghasilkan pakan alternatif yang lebih berkualitas di masa mendatang.***