SUARA BANUA NEWS – BANJAR – WARGA Kertak Hanyar, RT 7 dan 8 Kabupaten Banjar, mengeluhkan buruknya sistem drainaae di lingkungan mereka. Setiap tahun pemukiman mereka selalu menjadi langganan banjir. Hal tersebut diperparah oleh urukan material dan sampah di lintasan sungai disepanjang  jalan Pemurus hingga ke jalan A.Yani.

Menurut Ismail, warga RT. 8 Kertak Hanyar, aliran sungai depan pintu masuk Pasar Ahad, diuruk dengan tanah dan menjadi pangkalan ojek. Akibat mampetnya aliran sungai tersebut air meluber kepemukiman warga saat musim hujan tiba. 


” Air tidak bisa mengalir, karena salurannya di timbuni tanah dan sampah,” ungkap Ismail.

Hal senada juga disampaikan Udin  warga Kertak Hanyar lainnya, kalau kawasan tempat tinggal mereka setiap tahunnya menjadi langganan banjir. Selain buruknya sistem drainase yang ada, berdirinya komplek perumahan di atas kawasan resapan air semakin memperparah kondisi tersebut.
Apalagi, lanjut Udin kondisi sungai yang ada tidak dilakukan normalisasi, sehingga menyulitkan air menyurut. 

” Disepanjang jalan Pemurus ini dahulunya merupakan sungai yang menjadi lintasan klotok dan jukung, ” kata Udin, menjelaskan.

Ditambahkannya, kondisi sungai saat itu bisa dilintasi perahu besar dengan muatan padi kering hingga 5000 blik. Sekarang kondisinya sudah berubah menjadi bangunan diatasnya.

Meski beberapa tahun yang lalu sempat dilakukan pengerukan. Karena kurang pengawasan, hingga akhirnya  bermunculan kembali  bangunan diatasnya.

Warga berharap aliran sungai di sepanjang jalan Pemurus Kertak Hanyar, secepatnya dilakukan normalisasi. Jangan dilakukan pembiaran  hingga banjr datang merendam rumah rumah warga.(MS)