SUARA BANUA NEWS – MARTAPURA – PASCA Dilayangkannya surat ke unsur pimpinan DPRD Kabupaten Banjar, puluhan kontraktor yang tergabung dalam Forum Koalisi Jasa Konstruksi (FKJK) Kabupaten Banjar, kembali mendatangi kantor parlamen kabupaten Banjar, Senin (25/3/2019).
KEMUNCULAN PARA Kontraktor lokal tersebut untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dari surat yang mereka kirimkan pekan lalu.
Di gedung dewan, kontraktor lokal ini diterima Wakil Ketua DPRD Banjar, Saidan Fahmi dan unsur pimpinan lainnya,
” Surat yang kawan kawan layangkan ke ke DPRD Kabupaten Banjar, dengan tujuan ke pimpinan, itu sudah benar,” kata Saidan Fahmi, saat berdialog dengan para kontraktor lokal di kantor dewan.
Saidan Fahmi kembali menyebut, bahwa unsur pimpinan akan me-agendakan jadwal pertemuan di panmus. Dari situ nanti, unsur pimpinan akan merekomendasikan ke komisi III.
Baca juga : Warga Binaan Kelas IIb Marabahan, Melahirkan Di Rutan
” Insya Allah kalau tidak ada perubahan, pada tanggal 8 April akan bisa dijadwalkan dan hasilnya dapat mengakomudir keinginan teman teman,” jelas Saidan.
Tak hanya itu, di kantor wakil rakyat para kontraktor lokal juga disamperi ketua komisi II H.Kamaruzzaman dan Wakil Ketua Komisi IV Hairuddin.
Para wakil rakyat Banjar ini, mengapresiasi perjuangan pelaku jasa kontruksi lokal Bumi Barakat, dalam menuntut hak yang sama dengan kontraktor luar, yaitu pemberdayaan serta pembinaan.
Sementara itu Ketua Forum Koalisi Jasa Konstruksi (FKJK) Kabupaten Banjar, H.Taufik Rahman mengucapkan terima kasih atas sambutan para wakil rakyat Banjar tersebut.
” Ibarat gayung bersambut, apa yang kami sampaikan sudah bisa dipahami oleh para wakil rakyat,” kata H.Taufik Rahman.
Disinggung soal ada rencana pertemuan antara lembaga asosiasi jasa kontruksi Kabupaten Banjar dengan Dinas PUPR Kabupaten Banjar, H.Taufik Rahman mengaku masih belum begitu mengerti dengan tujuan itu?
Apakah kegiatan yang dijadwalkan pada tanggal 2 April di hotel Rodita tersebut ada kaitannya dengan aspirasi pihaknya atau ada kegiatan lain, dan secara tidak langsung kami dikaitkan kesana. Ini yang belum jelas.
Kalau itu pertemuan tahunan dengan asosiasi? Kami para kontraktor lokal yang tergabung dalam Forum Koalisi Jasa Konstruksi Kabupaten Banjar, cukup merasa “aneh” mendengarnya. Maklum kami tidak pernah terlibat didalam itu. Sehingga istilah itu kurang familiar ditelinga kami.
” Kalau kami diberdayakan dan dibina, Tidak akan pernah terbentuk Forum Koalisi Jasa Konstruksi ini,” tegas H.Taufik.
Sekarang ini lanjutnya, Nasib perusahaan kami ibarat hidup segan, mati tak mau. Menyedihkan ! Apa yang harus dikembangkan, wong paket kegiatannya mana ?
” Persoalan hari ini ada di akar rumput, yaitu kontraktor lokal, bukan di asosiasi. Jika ingin asosiasi berkembang, berikan pupuk diakar rumputnya. Bukan menyiramkan air di pucuk tunas,” imbuhnya H.Taufik Rahman.(MJI/RAH)


















