suara banua  news – MARTAPURA, Salah satu pedagang di Pusat Pasar Sekumpul atau PPS  resah dengan adanya karcis retribusi ganda untuk ketertiban dan kebersihan di pasar tersebut.

AGUNG WIBISONO, salah satu pedagang elektronik  mengaku resah dengan adanya sejumlah karcia pungutan ketertiban Rp.1000 sebanyak 4  rangkap serta biaya  untuk kebersihan sebesar Rp.2000 , 2 lembar dalam sehari.


Kondisi ini sebut Agung, sudah berjalan 4 tahun. PD Pasar sendiri tidak menjelaskan perihal tersebut secara rinci kepada pedagang.

” Saya memang belum ada menanyakan masalah ini ke PD Pasar, namun saya berharap ada solusi dari masalah ini, ” ucap Agung lagi.

Akibat pungutan ganda ini, dirinya paling tidak harus mengeluarkan biaya lebih sebesar Rp.280.000 perbulannya, belum lagi termasuk biasa gaji  karyawannya, sambungnya Agung.

” Orang yang menyerahkan karcis sekaligus menarik uang retribusi selalu beda beda setiap harinya. Seharusnya cukup satu aja kan,” tanya dia.

Ditambahkannya, PD Pasar Martapura harusnya bisa perhatikan kondisi penghasilan pedagang?

Direktur utama PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah, menyatakan akan melakukan penelusuran lebih dalam baik ditingkat internal maupun eksternal pasar untuk mengetahui dimana letak kesalahannya.

” Satu karcis untuk satu los toko/kios,. Jika terdapat lebih dari satu karcis, patut dipertanyakan ,” ungkapnya.

Menurutnya, ada kemungkinan terjadi berbagai ” skenario” pada bidang pekerjaan ini ? Namun Rusdi berjanji akan tetap menindaklanjut masalah ini, karena pedagang banyak dirugikan.

” Saya menghimbau terkait masalah ini, pengusaha harus lebih teliti dan mengklarifikasi bukti pembayaran tersebut kepada petugas yang datang agar tidak terjadi penagihan ganda ” tandasnya.

Berdasarkan Perbub tentang sewa tempat usaha, Rata2 biaya sewa t sekitar 65 ribu perbulan dan Berdasarkan data PD PBB jumlah pedagang yang ada di pasar BPS sekumpul ada sebanyak 634 los yang aktif.**

 

budi setiawan