Suarabanunanews – MARTAPURA, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar memprediksi, sampah masyarakat yang dihasilkan dalam acara haul guru sekumpul ke 15 tahun 2020 mencapai 850 ton.

JuMLAH tersebut lebih besar dibanding jumlah sampah yang dihasilkan pada haul ke 14 tahun 2019 lalu yang hanya mencapai 500 ton.


Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah sampah, DLH juga sudah mengeluarkan surat edaran ke masyarakat bahwa H-7 acara Haul ke-15 guru sekumpul masyarakat dilarang melakukan penebangan pohon ataupun melakukan pembakaran semak dari kegiatan pembukaan lahan parkir maupun lahan untuk dapur umum.

Himbauan tersebut secara resmi disampaikan secara tertulis maupun langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup melalui Bidang Penanganan Sampah, Pertamanan dan Limbahnya melalui Kabidnya Achmad Norsailah.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup tercatat ada kurang lebih 500 ton sampah yg dihasilkan di acara Haul guru sekumpul ke 14 tahun lalu, yang mana upaya pembersihan diselesaikan dalam waktu 5-6 hari, itu belum termasuk sampah sampah lain seperti potongan pohon dan semak belukar sisa pembukaan lahan yang belum sempat di bakar oleh warga.

” Untuk armada angkutan kita sudah dapat support dari kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten BATOLA ” terangnya.

Achmad menjelaskan di haul Guru Sekumpul ke 15 tahun 2020 ini nantinya diperkirakan timbunan sampah perhari mencapai 150 ton lebih, artinya jumlahnya bisa meningkat dibandingkan tahun 2019 lalu.

” Estimasi kami sampah yang dihasilkan dari acara haul ke 15 ini bisa mencapai 750-850 ton dengan estimasi jumlah jamaah sebanyak 2,5 juta orang ” beber Achmad pula.

Lebih jauh Achmad membeberkan Ada kurang lebih 1000 relawan terdiri dari berbagai kalangan dan aparat lintas Kabupaten Kota yang akan ikut andil dalam perhelatan akbar tersebut yang mana pada tahun 2019 lalu relawan hanya berkisar 800 orang lebih.

Kesiapan Peralatan untuk acara haul masing masing kabupaten kota yang berpartisipasi meliputi Kab. Banjar sebanyak Dump Truck (25 unit), Arm Roll + Kontainer (30 unit), Loader (2 unit), Excavator Mini (2 unit), Pick-up (25 unit), Tossa (15 unit), Toilet Mobile (2 unit), Tanki Tinja (2 unit).

Kota Banjarmasin DT (5 unit), Truck Compactor (1 unit). Kota Banjarbaru
DT (5 unit), Arm Roll + Kontainer (5 unit), Toilet Mobile (2 unit). Kab. Tanah Laut
DT (5 unit), Toilet Mobile (1 unit), Truck Tanki (1 unit), Tanki Tinja (1 unit). Kab. Barito Kuala
DT (5 unit). Dinas TPH Kab. Banjar
Excavator Mini (1 unit), Pick-up (2 unit), Tossa (5 unit). Disnakbun Kab. Banjar Pick-up 3. BPBD Kab. Banjar Pick-up (4 unit), Tandon Air Minum (5 unit), Truck Tanki (3 unit).

Untuk Pola Angkutan Sampah, Achmad juga menjelaskan menaknismenya yaitu, angkutan sampah dari TPS2 ke TK (Titik Kumpul) menggunakan pickup sebagai feeder, kemudian dari TK, sampah diangkut ke TPA-R menggunakan DT, DT yang mana diusahakan tidak masuk kota Martapura.

” Seluruh DT hanya diperkenankan masuk sampai TK yang telah ditentukan seperti, TK Halaman ex. Giant Bjb (Tim Bjm), TPS Sei Ulin (Tim Bjb), Ex Bengkel Ezo dan lain lain ” paparnya.

Untuk menanggulangi sampah yang berada di lingkungan warga, DLH juga sudah mempersiapkan Relawan Kebersihan Lingkungan (RK), minimal 20 org di setiap RT, yang akan turut membantu pemulihan lingkungan paska haul.

” Salah satu tugas RK adalah memastikan sampah secepatnya keluar dari lingkungannya, dan kemudian ditempatkan pada tempat tempat yang sudah ditentukan ” tandasnya.

Achmad berharap dengan koordinasi yang matang dan persiapan yang jauh jauh hari, Wajah kota martapura bisa tetap bersih sebagai wujud dari kota serambi mekah pasca acara haul ke 15 nanti.***

budi setiawan sbn
foto istimewa

***