suara banua news- BANJARBARU, Calon Gubernur Kalsel Denny Indrayana optimistis dengan semangat Waja Sampai Kaputing dan izin tuhan, mengaku siap dan memenangkan pertarungan Pilkada Kalsel 2020.

MESKIPUN dengan dana terbatas ia berkeyakinan, jika diizinkan tuhan akan menjadi pemenang dalam pemilu kada Kalsel 2020 siap membawa banua lebih sejahtera, aman, dan nyaman.


“Insya Allah kita akan mendapatkan tiket partai untuk becalon. Bismillah, kita maju sebagai Cagub Kalsel, dan insya Allah, dengan izin Allah SWT, memenangkan Pilgub Kalsel 2020. Amin,” kata Haji Denny, panggilan akrabnya.

Hal itu ia sampaikan melalui “Surat Terbuka Haji Denny Kepada Relawan dan Pemilih di Kalsel”, Selasa (28/7/2020).

Guru Besar Hukum Tata Negara ini juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para relawan yang selama sembilan bulan terakhir sangat bersemangat mendampingi dan mendukungnya.

“Ulun berterima kasih banar atas semua pengorbanan dan giat relawan yang kada beampihan dan tarus mensosialisasikan ulun dalam berbagai kesempatan. Kada kawa ulun membalas semua jasa baik pian seberataan, semoga menjadi amal yang tercatat dan pahala yang akan mempertemukan kita di Surga Allah Ta’ala kelak. Amin,” ujarnya.

Sejak sembilan bulan silam menyatakan diri siap maju sebagai Calon Gubernur Kalsel, banyak kegiatan yang dilakukan bersama-sama relawan. “Makin banyak relawan bergabung dan mengorbankan harta, tenaga, dan pikiran bagi mewujudkan banua yang lebih sejahtera, aman, dan nyaman,” katanya.

Haji Denny meminta maaf atas banyaknya kekurangan selama ini, terutama dari sisi dukungan pendanaan, alat peraga spanduk, poster, baliho, baju kaos dan lain-lain.

Ia mengakui maju pilgub ini mengkedepankan kerja kayuh beimbai, karena ini hajat semua rakyat Banua. Majunya dirinya di pilgub dilandasi niat ibadah, sarana melakukan ijtihad dan jihad politik untuk mencari gubernur yang bisa memimpin banua secara lebih amanah dan terhormat.

Duit penting, ujar Haji Denny, tetapi bukan segalanya. Modal maju bukan semata dana, tetapi niat dan semangat juang yang tidak akan padam. Jadi meskipun alat peraga (kaos, baliho, spanduk dll) terbatas tidak menyurutkan langkah untuk terus berjuang menuju pintu kemenangan.

“Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing. Salam rindu dan hormat ulun gasan pian seberataan,” demikian Haji Denny menutup Surat Terbuka.***

Bin sbn