suara banua news- MARTAPURA, Ribuan kaum muslimin memadati kompleks pemakaman di Desa Melayu Martapura Kabupaten Banjar, untuk mengikuti acara haulan KH. Kasyful Anwar Al Banjari ke 84, Rabu malam 18 Mei 2022 bertepatan dengan 15 Syawwal 1443 H.

JAMAAH dengan mayoritas berbusana muslim warna putih ini serentak melantunkan syair Maulid Al Habsyi serta tahlilan, untuk mendoakan ulama kharismatik KH. Kasyful Anwar Al Banjari.

Dalam manaqib KH.Kasyful Anwar Al Banjari yang dibacakan secara ringkas oleh KH.Hakim, bahwa KH Kasyful Anwar adalah seorang ulama pembaharu sistem pendidikan sekaligus pimpinan periode ketiga Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang merupakan pesantren tertua dan terbesar di Kalimantan.


KH Kasyful Anwar lahir di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 4 Rajab 1304 H atau bertepatan 29 Maret 1887 pukul 10 pagi malam Selasa.

KH Kasyful Anwar Al Banjari adalah putra al-Allamah KH Ismail bin Muhammad Arsyad bin Muhammad Sholeh bin Badruddin bin Maulana Kamaluddin.

Memasuki usia tamyiz, jiwanya sudah dipenuhi dengan cahaya Al-Qur’an dan diasuh langsung oleh orang tuanya sendiri.

Di masa mudanya ia tidak belajar di bangku sekolah, karena pada saat itu di Kampung Melayu belum ada madrasah formal. Beliau hanya belajar ilmu agama secara tradisional, dalam bimbingan orang tuanya.

Pada usia 9 tahun Muhammad Kasyful Anwar dibawa oleh kakek, nenek dan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama kepada ulama di Kota Makkah.

KH Kasyful Anwar menjadi Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura pada periode ketiga selama 18 tahun (1922-1940).

Dalam kepemimpinan beliau terjadi perubahan-perubahan fundamental baik di bidang sistem pendidikan, penyusunan kurikulum, pemberdayaan tenaga pengajar, maupun peningkatan infrastruktur yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana fisik bangunan.

Cara pengajian Pesantren Darussalam yang sebelumnya berupa halaqah diubahnya menjadi model pengajaran klasikal dan berjenjang.

Dengan adanya pembaharuan sistem dan metode pendidikan yang dilakukan KH Kasyful Anwar di Pesantren Darussalam Martapura, banyak berdatangan para santri dari berbagai daerah di Kalimantan yang mengantri di Pesantren Darussalam Martapura.

Dalam beberapa tahun saja, alumnusnya telah tersebar ke berbagai pelosok Kalimantan dan mendapat kepercayaan dari masyarakat kaum muslimin setempat untuk membuka pengajian majelis taklim, mendirikan madrasah dan pondok pesantren.

Di antara salah satu alumnus Pesantren Darussalam Martapura yang sangat terkenal dan memimpin majelis taklim yang diikuti oleh ratusan ribu jamaah adalah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan panggilan guru sekumpul.

KH Kasyful Anwar Al Banjari berpulang ke rahmatullah pada malam Senin sekitar pukul 9.45 wita pada tanggal 18 Syawwal 1359 H bertepatan 18 September 1940 M dalam usia 55 tahun.

Semasa hidupnya KH.Kasyful Anwar Al Banjari, juga telah banyak membuat karya tulis yang bermanfaat dibidang keagamaan, diantaranya Risalah Tauhid, Risalah Fiqh, Risalah Fi Sirah Sayyidil Mursalin (Ilmu Tarikh), Targhib Al-Ikhwan Fi Tajwid Al Qur’an dan Durutsuttashrif (Ilmu Sharaf 4 Jilid) serta Terjemah kitab Hadits Arbain – Al-Tabyin Ar-Rawi Bisyarhi Arba’in An-Nawawi dan banyak lagi karya tulis beliau.

Selanjutnya KH.Syarif Bustomi Sibawaihi membacakan doa sebagai penutup dari semua rangkaian kegiatan haulan KH. Kasypul Anwar Al Banjari ke 84.**
penulis : muji setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here