sbn-SOSIAL, Kabar gembira untuk para pekerja di Australia! Kini, akhir pekan dan waktu istirahat Anda benar-benar milik Anda.

PEMERINTAH Australia secara resmi memberlakukan undang-undang “hak untuk tidak terhubung” atau right to disconnect.


Artinya, Anda tak perlu lagi merasa bersalah atau khawatir jika menolak menjawab panggilan atau pesan dari atasan di luar jam kerja.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan kabar baik ini melalui akun Instagramnya, @albomp, yang disambut meriah oleh para pekerja.

Aturan ini merupakan peningkatan dari imbauan sebelumnya dan kini memiliki kekuatan hukum penuh.

Latar Belakang dan Dampaknya

Right to disconnect muncul sebagai respons terhadap budaya kerja “siaga 24 jam” yang semakin mengkhawatirkan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa banyak pekerja Australia menghabiskan ratusan jam di luar jam kerja tanpa dibayar, yang berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental mereka.

Undang-undang ini sebenarnya sudah disahkan sejak tahun lalu, tetapi baru berlaku penuh pada Agustus 2025, mencakup semua pekerja, termasuk di perusahaan kecil.

Meskipun memberikan hak untuk menolak, undang-undang ini tidak melarang atasan untuk menghubungi pekerja di luar jam kerja, tetapi memberikan pekerja perlindungan hukum jika mereka memilih untuk tidak merespons.

Bagaimana Jika Ada Kondisi Mendesak?

Fair Work Commission (FWC) menjelaskan bahwa penolakan untuk merespons di luar jam kerja dianggap wajar, kecuali dalam keadaan darurat atau situasi yang membutuhkan penanganan segera.

Jika terjadi sengketa, FWC mendorong penyelesaian internal terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Reaksi Pro dan Kontra

Serikat pekerja menyambut baik undang-undang ini sebagai kemenangan besar dalam melindungi hak-hak pekerja.

Namun, pihak oposisi dan pelaku bisnis khawatir bahwa aturan ini dapat merusak hubungan kerja dan menghambat produktivitas.

Dengan adanya aturan ini, Australia bergabung dengan negara-negara lain yang telah menerapkan right to disconnect, seperti Prancis dan beberapa negara di Eropa dan Amerika Selatan.***