sbn -MARTAPURA, Insiden keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa di Martapura, Kabupaten Banjar, memaksa penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tungkaran.
LANGKAH ini diambil setelah puluhan siswa dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha akibat diduga mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh SPPG tersebut.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menemukan indikasi adanya kandungan nitrat atau senyawa kimia dalam sampel MBG.
Selain itu, SPPG Tungkaran juga diketahui belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan tim dapur belum mendapatkan pelatihan penjamah makanan yang memadai.
Komando Distrik Militer (Kodim) 1006/Banjar bersama tim gabungan dari BBPOM dan Dinkes Kabupaten Banjar akan melakukan investigasi menyeluruh terkait kasus ini.
Sampel makanan juga telah diambil oleh Polres Banjar untuk diuji di Laboratorium Forensik Polri.
“Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan tepat,” jelas Komandan Kodim 1006/Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya.
Selama investigasi berlangsung, suplai MBG akan dialihkan ke SPPG terdekat untuk memastikan program tetap berjalan.
Pihak berwenang juga akan membentuk satuan tugas untuk memberikan pengawasan dan edukasi terkait pengelolaan MBG yang aman dan layak konsumsi.
![]()
Terkait sanksi bagi SPPG Tungkaran, Dandim 1006/Banjar menyatakan bahwa keputusan akan diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) berdasarkan aturan yang berlaku.
Hingga saat ini, total 130 pasien telah dirujuk ke RSUD Ratu Zalecha. Sebagian besar telah diperbolehkan pulang, namun 12 orang masih menjalani perawatan.
Kasus ini menjadi perhatian serius dan menjadi insiden keracunan MBG pertama yang terjadi di Kabupaten Banjar.


















