sbn- MARTAPURA, Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, telah secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Implementasi Sistem Penilaian Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di Aula Bukit Bintang Resort dan Park, Kecamatan Karang Intan, Jumat siang.
KEGIATAN yang menghadirkan perwakilan pengelola kepegawaian dari seluruh wilayah Kabupaten Banjar ditetapkan sebagai langkah penting untuk menyelaraskan praktik pengelolaan kinerja dan pengembangan potensi sumber daya manusia dengan standar yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta kebijakan terbaru dari pemerintah pusat.
Dalam pidatonya, Bupati Saidi Mansyur menekankan bahwa konsep penilaian kinerja ASN kini telah mengalami transformasi yang signifikan.
“Penilaian tidak lagi berfungsi sebagai aktivitas administrasi yang harus dilakukan setiap tahun, melainkan menjadi instrumen strategis untuk memastikan setiap aparatur bekerja dengan standar profesionalisme yang tinggi, memiliki tanggung jawab yang jelas, serta memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan Kabupaten Banjar,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh tahapan penilaian harus berdasarkan prinsip-prinsip terbuka, pengukuran yang objektif, kerangka kerja yang terstruktur, dan fokus pada capaian yang dapat diukur.
“Kita tidak dapat mengizinkan faktor subjektif atau persepsi pribadi mempengaruhi hasil penilaian. Setiap indikator yang digunakan harus secara langsung mencerminkan kontribusi ASN dalam mewujudkan tujuan pembangunan yang telah ditetapkan dalam visi dan misi daerah,” sambungnya Bupati.
![]()
Pelatihan kali ini lebih menekankan pada aplikasi konsep manajemen talenta, di mana hasil penilaian kinerja memiliki bobot sebesar 60 persen dalam penilaian keseluruhan pada sumbu penilaian utama.
Hal ini menjadikan kualitas penilaian kinerja sebagai faktor utama yang menentukan kelayakan seorang ASN untuk masuk ke dalam kumpulan talenta unggulan daerah (talent pool), yang selanjutnya akan menjadi dasar pertimbangan dalam proses promosi jabatan, perubahan kedudukan, penempatan dalam program pengembangan kompetensi, serta kesempatan untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan di masa depan.


















