sbn-BANJARBARU, Pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar kini berjalan lebih cepat dan terarah, menyusul keberhasilan pembebasan lahan yang sudah mencapai sekitar 80 persen dan dinyatakan bersih dari sengketa.
KEMAJUAN ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) di Ruang Rapat H Maksit, Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, pada Senin (11/5/2026), yang melibatkan pemerintah provinsi dan berbagai instansi terkait.
Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dan dukungan penuh masyarakat setempat demi terwujudnya proyek strategis ini.
“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap proses dan tahapan yang telah berjalan hingga saat ini,” jelasnya.
Menurut Saidi, bendungan ini akan membawa manfaat besar bagi kesejahteraan warga.
Fungsi utamanya adalah pengendali banjir yang efektif dan penunjang utama sektor pertanian melalui jaringan irigasi yang andal.
Selain itu, bendungan ini juga berpotensi mendukung pengembangan sektor perikanan serta penyediaan pembangkit listrik, yang akan memberi dampak positif bagi Kabupaten Banjar dan wilayah sekitarnya.
Rapat tersebut juga menghasilkan kesepakatan langkah lanjutan, terutama terkait inventarisasi dan identifikasi lahan.
Langkah ini menjadi landasan utama untuk mempercepat pembangunan fisik bendungan, agar proyek ini segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***


















