sbn-HOUSTON, AS, Timnas Portugal tak mampu meraih kemenangan di laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Bertandang di Stadion Houston, Amerika Serikat, pasukan ini harus puas berbagi angka 1-1 melawan Republik Demokratik (RD) Kongo, Rabu waktu setempat.
PERTANDINGAN baru berjalan enam menit, Portugal sudah membuka keunggulan. Gelandang muda berbakat Joao Neves melepaskan sontekan akurat yang menembus gawang lawan.
Gol itu langsung mencetak catatan istimewa: Neves kini tercatat sebagai salah satu pencetak gol termuda sepanjang sejarah penampilan Portugal di ajang Piala Dunia.
Namun keunggulan itu tak bertahan hingga peluit babak pertama berbunyi. Tepat di masa tambahan waktu menit ke-45+5, Yoane Wissa menyundul bola dengan sempurna menjawab umpan rekannya, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut bukan sekadar penyeimbang, melainkan momen bersejarah bagi RD Kongo, menjadi gol pertama mereka di ajang Piala Dunia setelah penantian panjang selama 52 tahun.
Seluruh pemain RD Kongo pun merayakannya dengan tarian massal yang ikonik dan memukau puluhan ribu penonton yang hadir.
Babak kedua justru makin penuh kejutan dan drama. Menit ke-55, Joao Cancelo sempat membuat penonton berdecak kagum lewat tendangan salto yang indah masuk ke gawang.
Namun, kegembiraan itu pupus seketika saat wasit menganulir gol tersebut karena Cancelo terdeteksi berada dalam posisi offside.
Hanya dua menit berselang, gawang Portugal kembali terancam: Cedric Bakambu melepaskan tendangan keras yang menghantam tiang gawang luar, nyaris membalikkan keadaan sepenuhnya.
Di sisi lain, laga ini menjadi malam yang berat bagi Cristiano Ronaldo. Tampil di Piala Dunia keenam dalam kariernya, sang kapten harus berjuang mati‑matian menembus pertahanan rapat RD Kongo namun kerap kandas.
Dia melewatkan dua peluang emas beruntun lewat tembakan jarak dekat pada menit ke‑68 dan ke‑73.
Bahkan di menit ke‑68, emosi Ronaldo meledak saat memilih menembak sendiri meski Bruno Fernandes berdiri bebas tanpa kawalan, tindakan yang memancing reaksi kecewa dari rekan‑rekan setimnya.
Statistik mengejutkan pun tercatat atas nama Ronaldo. Sepanjang bermain penuh selama 90 menit, dia hanya menyentuh bola sebanyak 25 kali, angka terendah sepanjang karier internasionalnya di turnamen besar.
Kekecewaan tampak jelas tergambar dari wajah legenda sepak bola dunia itu saat peluit akhir berbunyi.
Hasil imbang ini membuat kedua tim sama‑sama mengantongi 1 poin. Sementara itu, di klasemen sementara Grup K, Portugal dan RD Kongo duduk sejajar bersama Uzbekistan serta Kolombia, dua tim yang juga bermain imbang di laga lain grup tersebut.
Meski tak ada pemenang, pertandingan ini meninggalkan jejak panjang: sejarah baru bagi RD Kongo, penampilan gemilang anak muda Portugal, gol spektakuler yang dibatalkan, hingga malam penuh frustrasi bagi salah satu pemain terhebat sepanjang masa.
Semua membuktikan bahwa panggung Piala Dunia 2026 masih menyimpan kejutan di setiap sudut lapangan.***

















