sbn- MARABAHAN, Sebuah video yang merekam momen prosesi penghormatan dalam acara Renungan Suci menjelang HUT ke‑81 Kemerdekaan RI di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Barito Kuala (Batola) viral di media sosial.

DALAM video yang beredar sejak Minggu (16/8/2026) malam itu, tampak seseorang yang dinilai mirip Bupati Batola memberikan aba‑aba yang dianggap keliru, menuai sorotan luas masyarakat.


Nasrullah, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), menjadi salah satu yang menyoroti kejadian ini.

Kepada wartawan, Kamis (20/8/2026), Nasrullah menyebut aba‑aba tersebut “konyol” dan meminta Pemerintah Kabupaten Batola segera memberikan klarifikasi resmi: apakah yang bersangkutan benar Bupati Batola atau bukan?

“Tanpa penjelasan resmi, publik akan terus berspekulasi. Batola bisa dikenal bukan karena prestasi, tapi karena kontroversi,” kata Nasrullah.

Jika terbukti aba‑aba itu diucapkan oleh Bupati, Nasrullah mendorong kepala daerah untuk berani menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, mengingat prosesi renungan suci memiliki nilai sakral sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

Nasrullah juga mempertanyakan hasil retret kepala daerah yang diikuti di Akmil Magelang awal 2025, di mana baris‑berbaris menjadi rutinitas harian, namun kesalahan seperti ini tetap terjadi.

Tak hanya itu, dia juga menyoroti peran protokoler Pemkab Batola yang dinilai berpengalaman dan berkualitas, sehingga agenda resmi kepala daerah seharusnya sepenuhnya dikoordinasikan oleh mereka sesuai prosedur baku.

Nasrullah juga mengingatkan kepala daerah agar tidak membawa pola hubungan masa Pilkada ke dalam urusan pemerintahan.

“Kepala daerah memang memegang kekuasaan tertinggi di daerah, tetapi hal teknis dikuasai oleh ASN yang kompeten. Jangan sampai kesalahan konyol seperti ini terulang,” kata Nasrullah.***
ahim sbn