sbn-BATOLA, Ratusan relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Kuala mengajukan usulan pengadaan peralatan pemadaman senilai Rp 4,88 miliar.
USULAN ini diajukan untuk dibiayai dari bantuan pemerintah pusat sebesar Rp10 miliar yang diterima Pemerintah Kabupaten Batola guna penanganan karhutla.
Audiensi penyampaian aspirasi berlangsung di Ruang Terbuka Hijau bawah Jembatan Barito pada Jumat sore (30/10/2026).
Kebutuhan utama yang diajukan meliputi tiga unit mobil tangki air, 70 mesin pompa alkon, selang pemadaman, serta perlengkapan alat pelindung diri bagi para relawan.
Ketua Harian Kerukunan Relawan Pemadam Kebakaran Bakula, Ambrulah, menjelaskan usulan tersebut disusun untuk menunjang kelancaran operasional pemadaman api di lapangan.
Selain peralatan utama, para relawan juga meminta dukungan logistik makanan dan minuman selama bertugas.
“Selama ini kami hampir tidak mendapatkan dukungan logistik dari pemerintah daerah dan sangat bergantung pada bantuan donatur”
“Kami berharap tersedia pasokan susu dan minuman vitamin untuk menjaga daya tahan relawan di posko pemadaman,” kata Ambrulah.
Bupati Batola Bahrul Ilmi menyatakan pihaknya akan menampung dan mempertimbangkan seluruh usulan relawan untuk dimasukkan ke dalam rencana anggaran penggunaan dana bantuan pusat.
Sementara Setdakab Batola Slamet Riyanto menambahkan dana bantuan Rp 10 miliar tersebut belum dapat digunakan, karena masih menunggu penetapan APBD Perubahan.
Seluruh aspirasi dari relawan akan direkap dan dianalisis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebelum keputusan persetujuan diambil.
Sampai saat ini usulan peralatan senilai Rp 4,88 miliar masih berada pada tahap evaluasi dan belum disetujui secara resmi.***


















