suara banua news – BATOLA, Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Batola, merupakan kawasan sentra Budidaya Jamur Tiram.

DAERAH ini juga dikenal sebagai penghasil buah jeruk dan padi di Kabupaten Batola. Jeruk hasil produksi Danda Jaya, banyak didatangi para pedagang buah keliling.


Di Desa Danda Jaya ini, sedikitnya terdapat 40 hingga 50 orang pembudidaya Jamur Tiram.

Untuk membudidayakan Jamur Tiram, cukup dengan pekarangan rumah atau lahan kosong yang berada di samping dan belakang rumah.

Hasil produk jamur tiram tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk menambah gizi atau menu. Namun juga dapat menambah pendapatan keluarga.

Untuk memulai Budidaya Jamur Tiram, sejumlah bahan terlebih dahulu harus dipersiapkan. Diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.

Hasil produksi Jamur Tiram yang ada di Desa Danda Jaya, tidak hanya dijual
dalam bentuk mentah tapi juga dalam bentuk olahan, seperti crispy , pentol , bakwan dan berbagai jenis olahan lainnya.

Untuk harga dalam bentuk mentah, Jamur Tiram Danda Jaya dijual dengan harga Tp. 24 ribu perkilogramnya.

Dwi Nurilasari, salah satu pembudidaya Jamur Tiram mengungkapkan, untuk menerjuni usaha budidaya Jamur Tiram, diperlukan ketekunan.

Ia juga menjelaskan, dalam beberapa bulan kemarin, tanaman Jamur Tiram miliknya terserang hama gurem, yang berujung pada turunnya hasil produksi Jamur Tiram.

Untuk mengatasi hama gurem, sementara waktu pihaknya mengosongkan sebagian rumah budidaya Jamur Tiram.

Dimasa normal, omzet produksi Jamur Tiram bisa mencapai Rp. 7 juta hingga Rp. 9 juta, jelas Dwi Nurilasari.

” Hama Gurem, saat ini menjadi musuh bagi pembudidaya Jamur Tiram di Desa Danda Jaya. Kami mengharapkan bantuan pemerintah daerah dalam mengatasi Hama Gurem,” kata Dwi. ***
ahim sbn