sbn- KABUPATEN BANJAR, Ruang publik yang terletak di sisi Jalan Pemurus, dekat Pasar Ahad Kertak Hanyar, kini dalam kondisi tidak terawat.

KURSI besi yang diperuntukkan untuk bersantai sudah tidak berbentuk lagi, sementara ada pohon yang menjadi bagian dari fasilitas tersebut telah ditebang.


Taman yang menjadi bagian dari ruang publik juga terlihat hancur dan tidak terawat, padahal fasilitas ini dibangun dari uang pajak masyarakat.

Selain itu, hamparan sampah masih menjadi masalah yang mengganggu, bahkan sungai di sisi Pasar Ahad penuh dengan sampah plastik.

Kawasan sekitar lokasi juga merupakan kawasan kuliner dan bangunan Puskesmas Kertak Hanyar yang baru, yang dulunya adalah Hotel Amaris.

Menurut warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, pohon tersebut ditebang pada hari Rabu kemarin.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi, ada dugaan penebangan berkaitan dengan persiapan lapak pedagang?

Warga mengeluhkan kondisi sungai yang tergenang sampah serta minimnya penanganan dari pihak terkait.

Sungai kecil di sekitar Pasar Ahad Pal 7 bahkan disebut sebagai “sungai yang tertutup sampah” dan belum pernah dinormalisasi selama bertahun-tahun, dengan tanggapan pemerintah daerah dinilai lamban.

Sebelumnya, pada Desember 2025, Satpol PP pernah melakukan penertiban dan pembongkaran bangunan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan A. Yani Km. 7 sebagai bagian upaya penataan, namun tidak berlangsung lama dan terkesan hanya seremoni saja.

Pada 12 Agustus 2025, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) juga telah melakukan aksi penanaman pohon dengan tema “Membangun Sinergi Antar Generasi untuk Masa Depan Konservasi”, namun tidak diimbangi dengan perawatan dan pengawasan yang berkelanjutan.***