sbn-HISTORY, Pada masa awal dakwah di Makkah, ayat-ayat suci Al-Qur’an belum banyak terdengar secara terbuka di kalangan kaum Quraisy.

NAMUN, sosok Abdullah bin Mas’ud sahabat keenam yang memeluk Islam menjadi tonggak sejarah dengan menjadi orang pertama yang berani melantunkan Al-Qur’an di depan umum setelah Rasulullah SAW.


Sebagaimana dicatat dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Ishaq, saat para sahabat berkumpul dan membahas bahwa kaum Quraisy belum pernah mendengar Al-Qur’an secara terbuka, Abdullah dengan tegas menjawab ketika ditanya siapa yang berani melakukannya:

“Aku!” Meskipun ada kekhawatiran akan keselamatannya dan usulan untuk mencari orang dengan keluarga besar yang bisa memberikan perlindungan, ia tetap bersikukuh dan mempercayai Allah SWT.

Pada waktu Dhuha, ketika para tokoh Quraisy berkumpul di balai mereka, Abdullah berdiri di Maqam Ibrahim dan mulai membaca pembuka Surah Ar-Rahman dengan suara yang jelas: “اَلرَّحْمٰنُۙ عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ”.

Suaranya membuat semua orang terdiam; sebagian bertanya tentang isi bacaan, sementara yang lain menyadari itu adalah bagian dari apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Kemudian kaum Quraisy marah dan memukulnya hingga wajahnya terluka, namun Abdullah tetap melanjutkan membaca hingga ayat tertentu sebelum kembali ke tempat para sahabat.

Melihat kondisi dirinya yang terluka, para sahabat mengungkapkan kekhawatiran, tetapi Abdullah justru ingin mengulanginya keesokan harinya.

Para sahabat akhirnya melarangnya karena tindakannya sudah berhasil memperdengarkan Al-Qur’an kepada kaum Quraisy meski dengan risiko yang besar.

Peristiwa ini menggambarkan bahwa dakwah Islam pada awalnya tidaklah mudah.

Keberanian Abdullah bin Mas’ud menjadi contoh bagaimana menyampaikan kebenaran di tengah tekanan, serta mengingatkan bahwa menjaga dan menyebarkan ajaran Al-Qur’an adalah amanah yang diperjuangkan dengan pengorbanan besar.***
dari berbagai sumber