sbn- SEJARAH, Saat akan wafat, Khalifah Umar ibn Khattab memberikan wasiat agar umat mempersiapkan formatur calon pemimpin penggantinya.

DI ANTARA nama-nama yang diajukan adalah Abdullah ibn Umar, anaknya yang dikenal sebagai lelaki sholeh dan mewarisi sebagian sifat ayahnya.


Namun, Khalifah Umar meminta agar nama anaknya dicoret dari daftar calon. Umar ra, menyampaikan, “Cukup musibah datang satu kali di keluarga Umar.”

Pesan tersebut memiliki makna mendalam: kepemimpinan adalah amanah yang membawa tanggung jawab besar kepada umat dan Allah SWT.

Apabila menyalahgunakan amanah dan menyimpang dari tanggung jawab, hal itu akan menjadi musibah.

Oleh karena itu, anak pemimpin tidak memiliki hak istimewa untuk melanjutkan jabatan orang tua atau membangun dinasti kepemimpinan.

Ajaran Islam menekankan nilai kemanusiaan, demokrasi, keadilan, tanggung jawab, dan kejujuran dalam segala aspek kehidupan, termasuk kepemimpinan. Wallahu Ta’ala A’lam.***