suara banua news -JEJANGKIT, DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) bersama manajemen PT Palmina Utama dan PT Putra Bangun Bersama (Julong Group), memberikan bantuan logistik untuk korban banjir di Kecamatan Jejangkit Batola

BAHAN logistik yang serahkan tersebut merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Palmina Utama dan PT Putra Bangun Bersama.


” Kami berterima kasih kepada Julong Group yang sudah membantu masyarakat terdampak banjir,” kata Ketua DPRD Batola, Ayu Dyan Liliyana Sari Wiryono, saat menyerahkan bantuan secara simbolis, Sabtu 8 Februari 2025.

Kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan melalui CSR sangat penting untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana.

Adapun bantuan yang diberikan PT Palmina Utama dan PT Putra Bangun Bersama berupa 800 paket bahan pokok, perlengkapan bayi, serta peralatan dan perlengkapan sekolah dengan nilai total Rp100 juta.

Paket bantuan bahan pokok yang disalurkan terdiri dari beras, mie instan, minyak goreng, gula, dan teh.

Sementara bantuan untuk bayi dan ibu hamil mencakup susu bayi, susu ibu hamil, bedak, sabun, minyak kayu putih, botol susu, dan popok bayi.

Bantuan secara simbolis diserahkan Vice Direktur Julong Group Region Jalimantan Selatan, Rahmad Ade Hidayatullah, kepada Muhammad Didik Kaharudin selaku Camat Jejangkit.

“Alhamdulillah kami dapat menyerahkan bantuan. Ini merupakan bantuan tahap kedua, setelah bantuan tahap pertama,” jelas Rahmad.

Selain bahan pokok dan perlengkapan bayi, PT Palmina Utama dan PT Putra Bangun Bersama juga menyerahkan 78 paket alat kebersihan pascabanjir serta dana sebesar Rp 50 juta.

Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan perlengkapan sekolah, seperti seragam dan perlengkapan lain. Bantuan ini langsung diterima Kepala Dinas Pendidikan Batola, Aris Saputera, dalam waktu bersamaan.

“Sampai sekarang sedikitnya 8 satuan pendidikan yang terdampak banjir di Jejangkit dan terpaksa melakukan Belajar Dari Rumah (BDR),” sahut Aris.

“Setelah beberapa hari, sereka sempat kembali belajar di sekolah. Namun karena debit air meningkat, terpaksa BDR kembali dilakukan,” tutupnya.

Mengutip data BPBD Batola, tercatat 1.011 rumah yang terdampak banjir di Jejangkit dengan total 3.692 jiwa.

Warga terdampak paling banyak berada di Desa Cahaya Baru sejumlah 1.245 jiwa. Disusul Jejangkit Timur 649 jiwa, dan Jejangkit Muara 481 jiwa.

Selanjutnya Sampurna 426 jiwa, Jejangkit Pasar 312 jiwa, Jejangkit Barat 290 jiwa dan Bahandang 289 jiwa

Sebelumnya bantuan senilai Rp 50 juta disalurkan melewati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola.

Selain itu, banjir juga merendam ribuan hektar areal persawahan yang mengakibatkan petani tidak bisa melakukan aktivas pertanian.

“Kami juga telah berkonsultasi dengan Kementerian Pertanian, terkait solusi untuk para petani yang tidak dapat melakukan aktivitas akibat banjir,” jelas Ayu.

“Upaya yang direkomendasikan adalah menggalakkan metode padi apung. Selanjutnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang akan menindaklanjuti ini,” lanjutnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here